Salah satu Surat dalam buku Surat Untuk Perbatasan

Posted On July 7, 2012

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Gambar

Untuk teman-temanku sebangsa setanah air.

Bagaimana Kabar kalian? Mungkin kalian bingung kenapa tiba-tiba mendapat surat ini.
surat ini merupakan salah satu surat yang dikirim dari teman-teman kalian yang peduli dengan kalian.

Ada hal yang ingin saya sampaikan untukmu,,,

cerita yang membuat saya termotivasi..

jika di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

***

Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.

Tersenyumlah wahai sahabat, tersenyumlah untuk dirimu sendiri, dan lihatlah keluar.

Ini bukan berlatih agar tampak cantik, tampan atau menarik. Sama sekali bukan.

Ini adalah bagaimana kamu bisa menerima diri anda sendiri

Jika kita bisa menghargai diri sendiri, kita dapat memandang diri secara positif.

Apabila kita memiliki pandangan positif, kita bisa melihat kelemahan kita sebagai suatu kesempatan memperbaiki dan mengembangkan diri.
Kita juga melihat kekuatan kita sebagai anugerah yang dapat kita manfaatkan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita.

Dengan demikian, kita bisa membuat diri kita berharga dan berguna bagi lingkungan kita dan orang-orang di sekitar kita.

Kita juga perlu belajar dari orang lain yang bisa menjadi teladan kita, dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dalam dari kita. Jadi kuncinya adalah kerendahan hati untuk meminta bantuan orang lain untuk pengembangan diri kita.
Langkah pertama untuk sukses adalah menghargai diri sendiri. Hanya dengan demikianlah kita bisa mengetahui bagaimana menghargai orang lain.

Satu-satunya orang yang akan menghabiskan seluruh hidup bersama anda adalah diri kamu sendiri, jadi jika kamu ingin bahagia seumur hidup, waktu kamu untuk menghargai diri sendiri adalah saat ini, dan Tersenyum pada diri sendiri, sudahkah anda tersenyum untuk diri anda sendiri?

Semangat ya teman-teman, Raihlah cita-citamu setinggi langit, karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita ada Niat + Usaha + Doa. maka dari itu, berusahalah yang terbaik untuk masa depanmu.. ^_^

ps. “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.” (Hilman, Lupus I)

 

Depok, 3 Juni 2011

Herina Chorni Utami

Mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial

Fakultas Ilmu Sosial Politik

Universitas Indonesia
*Tulisan ini adalah permintaan teman untuk mengisi buku yang berjudul “Surat Untuk Perbatasan”
walaupun, aku tidak ikut K2N tapi aku diminta untuk mengisi alias untuk memeriahkan saja >_<

Advertisements

4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita

Posted On May 21, 2012

Filed under mixed, story

Comments Dropped leave a response


Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu.

1. Ayahnya

Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dangan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Duhai lelaki yg bergelar Ayah, bagaimanakah keadaan anak perempuanmu sekarang? Apakah kau mengajar shalat dan shaum (puasa) padanya? Menutup aurat? Pengetahuan agama? Jika tidak terpenuhi, maka bersedialah untuk menjadi bagian dari Neraka.

2. Suaminya

Apabila suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas. Membiarkan istri berhias diri untuk lelaki yang bukan mahramnya.

Jika suami mendiam istri yang seperti itu walaupun suami adalah orang yang alim, suami adalah shalatnya yang tidak pernah bolong, suami adalah yang shaumnya tidak pernah lalai. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam Neraka.

Duhai lelaki yang bergelar Suami, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang? Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau jaga mengikuti ketetapan Islam, maka terimalah keniscayaan yang kau akan sehidup semati bersamanya hingga Neraka.

3. Saudara Lelakinya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya (kakak, paman). Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik atau keponakannya dibiarkan dari ajaran Islam, maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.

Duhai lelaki yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya menjaga amalmu dan melupakan amanah yang lain. Karena kau juga akan pertanggungjawabkan diakhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak laki-laki tidak menasehati Ibunya perihal kelakuan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, mengunjing, maka anak itu akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan bersama menemani ibunya di Neraka.

Duhai anak lelaki, sayangilah ibumu, nasihatilah dia jika bersalah atau lalai. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa. Selamatkanlah dia dari ancaman neraka, jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi teman di dalamnya.

* * *

Betapa hebatnya tarikan wanita. Bukan saja di dunia, tapi juga di akhirat yang tak kalah hebat tarikannya. Maka, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara atau anak harus memainkan peran mereka dengan baik.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(Surat At Tahrim : 6)

“Pick Up Your Trash” and “What Do You See?”

Posted On May 17, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


“Pick Me Up” dan “What do You See” merupakan acara yang diselenggarakan dari tim GCC yang beranggotakan Dhani, Resi, Cimut, Masdan, Anggun dan saya sendiri (Chorni). Kami sepakat untuk melaksanakan acara yang bertemakan “Aku, Kamu, dan Bumi”. Pada kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan suatu pemahaman dan pendidikan mengenai sampah. Acara ini berlangsung selama dua hari. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak SD 03 Pocin.

Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pendidikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, dan mengolah sampah. Sasarannya ini adalah anak-anak SD 03 Pocin.

Dalam hal ini  ada beberapa hal yang dibahas melalui SWOT untuk melaksanakan kegiatan ini. Diantaranya adalah Strength dimana kekuatan dari anak SD adalah cara ingin mengetahui mereka yang lebih besar. Sehingga ketika mempeajarinya mereka menyimak. Weakness dari mereka adalah waktu yang susah untuk disepakati. Dari pihak anak SD waktu yang diinginkan tidak sesuai sehingga harus disesuaikan dengan pihak sekolah. Opportunities atau kesempatan anak-anak SD tersebut adalah dengan adanya pemberian pemahaman pada kegiatan ini diharapkan agar mereka dapat menyebarkan ke teman-teman mereka sehingga ilmu yang mereka dapatkan bisa disebarkan kepada orang lain. Sedangkan, untuk Threat atau ancaman ini mereka tidak bisa mempraktikkan kepada orang lain dikarenakan kesibukan mereka sendiri.

Acara pembekalan ini dilakukan pada hari Selasa, 26 April 2011 dan Rabu, 27 April 2011. Acara tersebut dibuat suatu rangkaian. Dimana pada pembekalan untuk anak-anak diberikan pemahaman mengenai kebersihan, mengelola sampah, pemisahan sampah. Anak-anak SD dilaksanakan selama dua hari dari pukul 08.00 hingga 10.00 wib. Yang berbentuk rangkaian dengan cara pemutaran film, penjelasan  mengenai film tersebut serta membuat semacam permainan dengan cara anak-anak mencari sampah kemudian memilah sampah tersebut antara Organik dan Anorganik. Setelah itu, pada hari kedua dilaksanakan lomba menggambar mengenai lingkungan menurut anak-anak tersebut. kemudian anak-anak tersebut menceritakan mengenai kisah dari gambar tersebut.

Berikut contoh dari susunan acara yang dilaksanakan di SD :

Susunan Acara di SD 03 Pocin

 

1. Pick Up Your Trash

08.00 : Pembukaan dan Perkenalan
08.10 : Pemutaran Film bertemakan Lingkungan
08.40 : penjelasan mengenai Film (3R)
09.00 : Menggiring siswa keluar kelas dan meminta mereka memungut sampah di sekitar mereka
09.15 : Games memilah sampah
09.45 : Penutupan

2.  What Do You See?

08.00 : Pembukaan
08.10 : siswa Menggambar sesuai dengan tema
09.30 : beberapa siswa menceritakan isi gambar
09.45 : pemberian reward
10.00 : penutupan

Alhamdulillah acaranya berlangsung dengan lancar walau ada beberapa yang tidak seharusnya. hanya saja, walaupun adanya hambatan (teknis) tetapi kami semua bisa melewatinya. itulah yang dikatan dengan team work. masalah dapat terselesaikan dengan bersama-sama. atas pemikiran bersama, menjadi lebih mudah.
terima kasih ya teman-teman atas kerjasamanya..

Aku, Kamu, dan Bumi

Posted On May 17, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Sampah merupakan bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).

Sampah, khususnya di daerah perkotaan sering menjadi masalah. Timbunan sampah yang dihasilkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk kota. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA. Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem open dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua sampah jika dibuang ke alam akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang puluhan tahun baru bisa hancur.

Dalam hal ini dilakukan suatu kesadaran di berbagai Sekolah dasar untuk mengurangi, memilah, mengkaryakan sampah yang dikenal dengan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 853 responden menunjukkan 97% siswa SD ini menyadari kegiatan 3R sangat penting dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya agar tidak menjadi masalah yang serius bagi kesehatan mereka,  lingkungan rumahnya maupun lingkungan kota secara umum.

Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum merilis data hasil kuesioner dengan menggunakan indikator AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Survey dilakukan terhadap 853 siswa yang tersebar di 29 sekolah di 11 propinsi.

Kasubdit Pengelolaan dan Pengusahaan Dit. Pengembangan PLP, Endang Setyaningrum menjelaskan bahwa kampanye dan edukasi bidang PLP sudah dilakukan sejak tahun 2008 dengan menyasar anak-anak dan perempuan (organisasi perempuan), seperti ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan lain-lain. Dit. PLP juga sudah memiliki rencana strategi kampanye dan edukasi hingga 2014 mendatang.

“Dari survey tersebut terlihat hasil yang cukup menggembirakan, namun aksi anak-anak memilah sampah di sekolah yang cukup tinggi (97%) perlu diimbangi dengan aksi mereka di rumah masing-masing, karena berdasarkan hasil survey memperlihatkan hanya 67% anak SD yang melakukan pemilahan sampah di rumahnya karena ketiadaan tempatsampah di rumah,” terang Endang.

            Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah Organik dan sampah Anorganik. Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. Sedangkan, Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

Oleh karena itu, dalam rangka mengedepankan peran dan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan sampah melalui peningkatan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak dini dilaksanakan Kampanye Edukasi Pelaksanaan 3R Sampah di Lingkungan Sekolah Dasar. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mendorong terciptanya budaya bersih bagi masyarakat usia dini dengan mengelola sampah secara baik dan benar

National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #3

Posted On April 6, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Pada pagi hari, tepatnya jam 6 pagi, kami dikumpulkan dan melakukan pemanasan. Setelah itu kami dibawa ke sawah dan menyusuri sungai yang ada di bawah penginapan kami.  Diantara kami ada beberapa orang yang kepleset di sekitar sawah, kemudian ketika kita menyusuri sungai dan hendak balik melalui sungai tersebut. kami pun berjalan di sungai tersebut yang tingginya

 

Setelah kegiatan Outbond tersebut, kami pun ke penginapan dan mulai bersiap-siap yang kemudian kami berkumpul kembali untuk membuat suatu nama lembaga. Kemudian nama lembaga tersebut disepakati dengan nama Asosiasi KOMPAK (Komunikasi Orang Muda Anti Perdagangan Orang dan ESKA). Setelah itu, kami beres-beres pakaian untuk persiapan pulang. Kami pun dikumpulkan kembali untuk pemberian reward dari setiap games. Kemudian, beberapa orang yang menjadi anggota FGD berkumpul untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kebudayaan tersebut. dikarenakan harus disegerakan pulang, maka FGD-nya dilanjutkan di tempat makan siang di lain tmpat. Kami pun bersama kelompok FGD tersebut kumpul dalam satu meja makan dan melanjutkan FGD ini. Setelah itu, pembicaraan kami pun selesai dan kami kembali ke bus yang mengantarkan kami.

Focus Group Discussion

 

National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #1

Posted On April 6, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response



Pada hari rabu ini, bus keberangkatan yang membawa saya dan peserta dari national workshop ini berangkat pada pukul 09.30 wib dari Kalibata ke Bogor. Dalam bus tersebut terdapat beberapa orang yang mengikuti kegiatan ini. Diantaranya perwakilan dari beberapa LSM dari empat kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Batam, Medan, dan Lampung. Selain itu ada dua mahasiswa dari Swedia yang mana mereka berdua merupakan internship student ECPAT. Kemudian kami pun tiba di GG House Happy Valley yaitu penginapan kami. Kami dibagikan kamar dan merapikan barang bawaan kami di kamar masing-masing. Kemudian kami dikumpulkan di Aula untuk mendapatkan pengarahan pertama. Kami absen dan dibagikan beberapa buku dan kaos yang langsung kami gunakan.

 

 

 

Pembekalan pertama yaitu materi mengenai latar belakang diadakan acara workshop ini serta penjabaran dariTrafficking dan Sexual Exploitation. Setelah itu kami menuliskan harapan dan kekhawatiran dalam sebuah kertas yang telah disediakan selama tiga hari mendatang kemudian di tempelkan di papan sesuai dengan subjeknya. Setelah itu dilanjutkan dengan materi Johari’s Windows yang mana menceritakan mengenai diri sendiri apa yang diketahui setiap individu mengenai sifat dirinya dan orang lain, apakah dirinya dan orang lain mengetahuinya ataukah tidak. Darin Johari’s Windows kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai pengenalan diri sendiri melaui empat kategori sifat. Diantaranya adalah koleris, melankolis, sanguinis, dan pleghmatis. Fasilitator kami memberikan kami dua lembar pertanyaan yang kemudian kami jawab. Dari pertanyaan tersebut akan mendapatkan hasilnya sesuai yang dikategorikan. Dari hal tersebut kita dapat mengeatahui tipe pemimpin atau tipe perfeksionis. Ada diantara kami baru mengetahui hal tersebut sehingga, teman-teman exciting terhadap hal ini. Hal ini membantu kami untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja setiap individu. Setelah pemberian materi terakhir, masing-masing dari kami diberikan amplop dan kami ditugaskan untuk menamai amplop tersebut kemudian menempelkan sebagai tempat untuk diberikan kata-kata motivasi oleh teman-teman lainnya.

 

Setelah acara tersebut, kami pun istirahat sore hingga makan malam. Tetapi untuk perwakilan dari Jakarta, kami dikumpulkan lebih cepat 45 menit lebih cepat untuk membahas struktur organisasi, sistem management organisasi, tata tertib, program kerja, dan program aksi. Karena daerah Jakarta belum pernah diadakan preworkshop dibandingkan kota lainnya, sehingga pada malam tersebut kami pun mengerjakan dengan dibagi menjadi tiga tim, yang kemudian hasilnya akan dipresentasikan untuk keesokan harinya. Setelah itu, kami pun makan malam dan berangkat ke puncak pas (mesjid Ta’-Awwun) yang rencananya makan jagung bakar, tetapi akhirnya tidak jadi, sehingga kami hanya mengobrol saja dengan yang lain sambil menatapi pemandangan malam dari puncak pas tersebut. sekitar jam 10 malam pun kami pulang ke penginapan.

Rabu, 23 Maret 2011

sehari di lapas anak wanita tangerang

Posted On December 24, 2010

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Pada hari kamis, 16 desember 2010, saya tiba di mercy corps sekitar pukul 10.10 wib hingga pukul 17.00 wib. Ketika saya tiba di mercy, saya bersiap-siap untuk pergi ke Lapas Anak Wanita Tangerang. Dimana anak GCC Leader akan mengadakan penyuluhan mengenai HIV/ADS ke tempat tersebut. anak GCC Leaders tersebut adalah Adel dan Ilsye.

Mereka berdua adalah mahasiswi Jurusan Keperguruan Universitas Pelita Harapan (UPH). Saya dan ka Joan berangkat dengan menggunakan supir dari Mercy. Kami pun menjemput Adel dan Ilsye di UPH. Pada rencana awal yang mengikuti kegiatan ini ada beberapa orang tetapi yang bisa hadir hanya Adel dan Ilsye. Setelah tiba di lapas tersebut, kami menemui ibu-ibu yang ada di lapas dan menitipkan handphone (karena tidak diperbolehkan membawa handphone) serta diberikan tanda pengenal agar tidak terukar dengan anak lapas disana. Kami pun awalnya dipersilahkan duduk di ruangan pegawai kemudian menjelaskan maksud kedatangan kami untuk memberikan penyuluhan.

Sebelumnya, ka joan sudah menghubungi lapas tersebut dan meminta izin. Kemudian kami pun ke ruangan yang sudah dipersiapkan oleh mereka. anak lapas yang dipersiapkan ada sekitar 20 orang. Kemudian, kami pun masuk dan memperkenalkan diri. Kami juga menjelaskan mengenai maksud kedatangan kami. Setelah itupun kami meulainya dengan membagi menjadi dua kelompok, Sehingga seperti FGD. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Mereka pun kemudian diajak berdiskusi oleh Adel dan Ilsye. Yang masing-masing menceritakan apa yang mereka ketahui mengenai HIV/AIDS dan bagaimana penyebarannya. Mereka pun berdiskusi mengenai hal tersebut. mereka share dan menceritakan pengalaman mereka sendiri. Setelah mereka share, kemudian dilanjutkan dengan membuat poster yang menyatakan bahwa mereka peduli akan HIV/AIDS dan tetap membantu mencegah penyebarannya. Mereka antusias dalam pengerjaannya. Mereka sangat senang. Mengenai HIV/AIDS mereka juga mengetahuinya sehingga kami seperti bermain-main. Mereka sangat menikmati hal tersebut. setelah mereka membuat poster dan menjelaskan maksud dari poster tersebut, mereka pun sangat bergembira. Menurut ibu-ibu di lapas, mereka memang butuh hiburan maka dari itu, kami pun disuruh untuk sering-sering kesana. Meraka sangat menerima kedatangan orang lain. sehingga kami pun merasa terhormat untuk melakukan kegiatan disana. Setelah selesai kami pun berfoto-foto dan berpamitan. Kami disana sekitar 1,5 jam karena mereka mempunyai kegiatan lagi. Mereka sangat semangat dan kami pun sempat bercanda dengan mereka.

sangat menyenangkan bisa ke tempat yang tidak semua orang dapat mengunjunginya bahkan tidak sedikit orang menjauhi tempat tersebut bahkan mencemohkan, karena kata “lapas” hampir sama dengan “penjara anak-anak”. persepsi masyarakat pada kata tersebut cenderung negatif, karena banyak orang beranggapan bahwa mereka aalah anak-anak yang nakal. ini seperti mata kuliah yang kuambil di semster 3 di jurusan krimonologi yaitu PAD (pembinaan anak delinkuen), tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu, mereka adalah anak yang baik dengan keinginan yang tinggi untuk belajar. sudah sepantasnya kita tidak memandang seseorang dengan sebelah mata. kita harus menghargai siapapun di dunia ini. mereka mempunyai hak yang sama dengan kita. mari kita hilangkan persepsi negatif dan rangkul mereka kembali di dalam masyarakat. jangan sampai mereka merasa terkucilkan hingga mereka menjadi disfungsi sosial. kita sama dengan mereka 🙂

anak kecil dengan ketegarannya

Posted On December 9, 2010

Filed under story

Comments Dropped leave a response


pada hari selasa kemarin, tiba saatnya saya dan teman-teman SMA pergi untuk melayat teman adik kelas.ia merupakan anak yang bisa dikatakan kecil, tetapi kesabarannya dan keteguhannya bisa dikatakan subhanallah. banyak sekali yang dipelajari dari anak tersebut.
ayahnya meninggal karena sakit struk, yang kemudian meninggal keesokan paginya. ia telah mengingatkanku akan kematian. bahwa kapanpun dan dimanapun jika Allah sudah berkehendak maka akan terjadi. ia menceritakan bagaimana proses ayahnya meninggal, yang sejujurya ia pun tak kuat untuk menceritakannya, tetapi ia tetap menceritakannya sambil menahan air mata. ia tersenyum seakan-akan tidak ada masalah. ia mengatakan bagaimana ia harus tabah, harus cepat melerakan, apalagi ia termasuk anak tertua. ibunya yang sekarang tulang punggung untuk mengurusi usaha keluarga yang turun temurun, ia mengatakan bahwa ia harus kuat karena jika bukan ia siapa lagi yang akan membuat ibunya tenang. tegar sekali anak itu pikirku.
anak separuh baya tersebut harus membuat bahagia untuk ibunya dan kedua adiknya. ia selalu tersenyum dengan mukanya yang memerah. apakah aku bisa seperti itu jika orangtuaku meninggal? pikirku. tegar, tabah menguatkan orang lain, dan ia harus menyiapkan dirinya untuk menjadi tulang punggung ibunya kelak.

MURAL

Posted On November 18, 2010

Filed under friendship, mixed, story

Comments Dropped 2 responses


Pada hari minggu, tanggal 14 November 2010 dari GCC (Global Citizen Corps) Indonesia bekerja sama dengan Program Mercy Corps lainnya yaitu KEBAL (Kedai Balitaku) membuat kegiatan Mural. Mural itu adalah sebuah lukisan / gambar yang ada di tembok-tembok, yang mana ukuran gambarnya gede dan warna-warni. Leaders GCC akan diberikan pensil, cat tembok, kuas baik ukuran besar ataupun kecil kemudian Leaders tersebut akan menggambar, mulai dengan skestsa hingga melukis di tembok. Leaders GCC pun diajari bagaimana melukis dan men-sketsa. Untuk membuat sketsa dilakukan dengan cara contoh gambar yang sudah jadi di proyeksikan ke tembok dengan LCD, yang kemudian Leaders GCC mulai men-sketsa mengikuti gambar tersebut. kemudian gambar yang ada pun di print warna dan leaders GCC yang dapat bagian melukis akan melukis sesuai dengan gambar tersebut. leaders GCC pun juga dapat pengarahan dalam melukis dari orang yang bekerja disana sehingga daam mengerjakan pun tidak asal.

Tempat tersebut itu terletak di suatu rumah yang terletak di Tegal Alur. Kami diberikan kesempatan untuk membuat mural pada empat tembok. Tiga di ruangan depan dan satu di ruangan tengah. Karena ini adalah hal yang baru bagi GCC Leaders, maka anak-anak GCC leaders pun sangat antusias untuk mengerjakan, selain itu mereka pun mendapatkan pengetahuan untuk membuat mural. Acara ini dilaukan selama dua minggu pada sabtu dan minggu tanggal 6-7 November dan 13-14 November 2010. Pada minggu pertama dilakukan sketching dan minggu kedua mulai mengecat.

Tempat tersebut itu terletak di suatu rumah yang terletak di Tegal      Alur. Kami diberikan kesempatan untuk membuat mural pada empat tembok. Tiga di ruangan depan dan satu di ruangan tengah. Karena ini adalah hal yang baru bagi GCC Leaders, maka anak-anak GCC leaders pun sangat antusias untuk mengerjakan, selain itu mereka pun mendapatkan pengetahuan untuk membuat mural. Acara ini dilaukan selama dua minggu pada sabtu dan minggu tanggal 6-7 November dan 13-14 November 2010. Pada minggu pertama dilakukan sketching dan minggu kedua mulai mengecat.

 

 

 

Dalam dua minggu tersebut, saya mengikuti pada hari terakhir tanggal 14 November. Pada hari tersebut, yang dilakukan adalah mengecat dan merapikan hasil cat tersebut. GCC Leaders yang hadir ada 10 orang ditambah saya dan Ka Joan. Pada awalnya kami ingin memulai pada pukul 10.00 tetapi karena telat berangkatnya sehingga baru dimulai sekitar pukul 11.15 wib, yang sebelumnya ade dan empat teman lainnya sudah datang dan mulai mengecat dari jam 10. Bisa dikatakan  dalam hal ini, kami tidak ontime. Ini dikarenakan dari kesepakatan awal untuk berangkat pukul 09.30 wib dari Mercy Corps belum ada yang datang dari anak-anak GCC Leaders. Kemudian, kami baru berangkat sekitar pukul 10.30 wib setelah menunggu anak-anak GCC leaders. Kami pun berangkat dengan menggunakan dua mobil Mercy Corps dan menjemput salah satu anak GCC  di blok M.

 

 

Sesampainya disana, kami pun mulai membagi tugas dan mengerjakan tugas kami. Dari dua belas orang termasuk saya dan ka Joan, membagi tugas pada empat tembok.  Ketika mengerjakan hal yang paling sulit adalah mencari warna yang sesuai dengan apa yang digambar. Karena cat yang disediakan adalah warna primer, yaitu merah, hitam, putih, hijau, biru, dan kuning, sehingga untuk membuat suatu warna dilakukan dengan mencampurkan dengan berbagai warna sesuai yang diinginkan, tetapi tidak jarang jika menjadi salah warna. Ini dapat dilihat dengan berbagai gambar yang ada di tembok. Misalnya saja di bagian “gizi seimbang” untuk mencari warna putih untuk kulit pisang, dan warna apel yang yang mempunyai gradasi hijau-merah-kuning dan itu cukup membuat bingung. Serta ada beberapa warna yang seharusnya beda, tetapi menjadi sama, sehingga harus mengecat kembali. Hal yang sulit adalah merapikan, karena dari GCC Leaders banyak yang baru belajar sehingga ketika mengecat dan menggunakan kuas, melewati batas garis. Selain itu, ada beberapa kesalahan dalam menggambar. Misalnya adalah pada gambar ikan yang tidak sesuai dengan gambardi dalam contoh. Sehingga menjadi merubah bentuk, unntuk meyempurnakan sisik tersebut ditambahkan beberpa “totol” pada ikan, yang dimaksudkan adalah sisik ikan. Begitu pula pada jagung, yang saah memberikan warna, sehingga ditambahkan “totol” kuning pada jagung tersebut agar bentuknya menyerupai jagung. Pekerjaan ini dikerjakan hingga pukul 17 40 wib. Yang diakhiri dengan foto bersama.

hal yang paling dinikmati ketika kami mencicipi agar-agar yang berserat yang benar-benar dibuat alami tidak memakai pemanis buatan ataupun lainnya. menurut ibu-ibu yang membuatnya, itu dibuat dari jus buah (jambu merah dan jeruk) yang kemudian di campur dengan nutri jel yg tidak berasa. sehingga benar-benar rasa buah tersebut. ini bisa diketahui ketika saya hampir memakan biji jeruk dari agar-agar tersebut. begitu pula dengan rasa jambu merah, benar-benar terasa serat dari jambu merah tersebut. hal yang sangat menyenangkan karena dapat mengetahui resep makanan sehat untuk anak-anak yang sangat mudah untuk dibuat.

but so far, it was really good. I really enjoy and thanksfull becoz i’m part of them, learning so much what i’ve got..have many new friends with diffrent culture and background.. so much fun.. can’t wait to do another job..

 

 

 

SST~ Senang-senang terus Kessos UI 07

Posted On November 7, 2010

Filed under friendship, story

Comments Dropped leave a response


SST merupakan acara dari dosen kessos untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru kessos mengenai kessos dan apa yang akan dipelajari, serta skill apa yang harus dikuasai oleh anak kessos itu sendiri.

sebenarnya SST itu adalah Social Skill Training, tetapi anak-anak memberi nama senang-senang terus karena kegiatannya menyenangkan. ini adalah bentuk pengenalan kepada dosen, mata kuliah, gambaran kessos, dan tentu saja untuk menyatukan angkatan. senang sekali rasanya. apalgi tempatnya yang sungguh nyaman.  berasa bukan di jakarta..

aku senang sekali masuk kessos dan bertemu dengan teman-teman yang mengajarkanku banyak hal..

luv U all kessos 07

Next Page »