Pohon Pun Berbicara

Posted On May 15, 2012

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


 

Gambar

Dalam kegelapan ini aku merenung…
Mengapa aku harus ditaruh disini?
Mengapa aku belum melihat mentari yang bersinar gagah itu?

Mendengar kicauan burung yang merdu
dan merasakan desiran lembut angin yang berhembus?

Bukankah teman2ku memulai di garis yang sama?
Kami ditanam pada hari yang sama
Tapi, lihatlah mereka…..
Begitu cepatnya mereka bertumbuh,keluar mendobrak kegelapan ini

Apakah mereka terlalu kuat dan aku terlalau lemah?
Atau apakah keberuntungan memihak mereka dan tidak padaku?
Ataukah aku bukanlah sesuatu yang luar biasa seperti mereka?
Mungkin aku cuma kebetulan?

Ok,aku akan matikan diriku dalam kegelapan ini
Toh aku juga tak pernah bertumbuh…
Aku lelah dalam kegelapan ini…..

Tapi…
Aku teringat dengan Sang Petani setia itu
Setiap hari Dia datang memupuk,menyiramiku
Walaupun Dia belum melihat aku bertumbuh
Tapi, sepertinya Dia begitu percaya aku masih hidup
Dan begitu yakin bahwa suatu hari akupun dapat mendobrak kegelapan ini

Demi Petani itu…aku akan bertahan
Kalau aku tak dapat bertumbuh keatas, aku akan merambat ke bawah
Ya!! Aku akan menguatkan akar2 kokohku sampai mencapai sumber mata air
Aku tidak akan mengecewakan Petani setia itu

Sementara aku mengerjakan bagianku,
Tanpa aku sadari… Hari itupun tiba
Aku dapat keluar mendobrak kerasnya tanah
Aku bertumbuh,bertumbuh,bertumbuh
Dapat melihat mentari,mendengar kicauan burung,damn merasakan lembutnya belaian angin

Bukan itu saja…
Aku menjadi begitu besar dan rindang
Sehingga burung2 bersarang pada lengan2 kokohku
Buahku dapat dinikmati
Bahkan orang2 dapat berteduh dari teriknya mentari di bawah bayangan tubuh raksasaku

Kini aku sadar…
Mengapa aku membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bertumbuh
Bukannya aku kurang spesial dibanding teman2ku
Tapi karena aku dipersiapkan untuk menjadi sesuatu yang besar
Sesuatu yang menjadi tujuan aku ada…….

Slow Dance

Posted On February 16, 2011

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


Slow
Dance

This
is a poem
written by a teenager with cancer.

She wants to
see how many
people get her poem.

It is quite the poem
Please pass it
on.

This

poem was written by a terminally ill young girl in a
New York

Hospital.

It was sent
by

a medical doctor –
Make sure to read what is in the closing statement
AFTER THE
POEM.

SLOW DANCE

Have you ever
watched
kids

On a merry-go-round?

Or listened to
the
rain

Slapping on the ground?

Ever followed a

butterfly’s erratic flight?

Or gazed at the sun into the
fading
night?

You better slow down.

Don’t
dance so
fast.

Time is short.

The music
won’t
last.

Do you run through each day

On
the
fly?

When you ask How are you?

Do you hear
the
reply?

When the day is done

Do you lie
in your
bed

With the next hundred chores

Running through
your head?

You’d better
slow down

Don’t dance so
fast.

Time is
short.

The music won’t
last.

Ever told your
child,

We’ll do it
tomorrow?

And in your
haste,

Not see
his

sorrow?

Ever lost
touch,

Let a good
friendship die

Cause you
never had time

To call
and say,’Hi’

You’d
better slow down.

Don’t dance
so fast.

Time
is short.

The music won’t
last..

When you run
so fast to get somewhere

You
miss half the fun of getting
there.

When you worry and hurry
through your
day,

It is like an unopened
gift….

Thrown
away.

Life is not a
race.

Do take it
slower

Hear the
music

Before the song is
over.

————
——–

ku melangkah

Posted On June 29, 2010

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


ku melangkah, melangkah dan terus langkahkan kaki

hingga tak sadar ku sedang berlari

tak lihat lagi ke belakang, tak hiraukan lagi sakit & tangis yg terkenang

pandangan ku pada masa yg belum datang

masa yg harus ku siapkan dari sekarang

masa dimana umurku berkurang dan tak lagi mainkan kekonyolan

aku pejuang sejati, tak akan bimbang dan ragukan pikiran hati

karna aku pejuang sejati, segalanya dapat kuputuskan dgn budi pekerti

aku pejuang sejati, tak akan mengeluh dan menyumpah situasi

karna aku pejuang sejati, ku anggap tiap kondisi tak akan sia-sia menyakiti

aku pejuang sejati, tak akan malu bertindak ikuti hati nurani

karna aku pejuang sejati, selalu punya keyakinan hati

aku pejuang sejati, tak pernah takut lantangkan suara

karna aku pejuang sejati, selalu teriakkan apa yg ku yakini

aku pejuang sejati, tak akan kalah sekalipun menyerah

karna aku pejuang sejati, tak akan patah semangath di dalam diri

akupun sampai, sampai di tempat yg kutuju dan impikan

tempat yg ku perjuangkan dengan keyakinan dan kekuatan hati

tempat indah dimana semua kebebasan tlah tertata rapih

tempat yg hanya di huni oleh pejuang sejati

tak ada perintah keras hasilkan tangis orang yg ku sayang

tak ada yg hitam & tak ada yg kelam

itu……. surga ku, dunia kebahagiaan ku yg abadi

Unconditional Love

Posted On June 12, 2010

Filed under poems

Comments Dropped 2 responses


I wanna Fall into you
And I wanna be everythingYou want Me to
But I’m not sure I know how

It doesn’t matter what I say
‘Cause it always seems You ‘re taking Me the wrong way
But if You could read My mind You’d see
I fight Myself all the time
When I see You, I surrender
Unconditional Love, Love, Love
Unconditional Love

Standing on a wilder shore
I got My head up in the clouds
Oh, I ain’t got no sense of direction now

I wanna lie next to You
And I wanna do everything You want Me to
Sometimes I wish at the sky
I imagine what the clouds look like
When I see You and remember

Unconditional Love, Love, Love
Unconditional Love
When I see You, I surrender
Unconditional Love, Love, Love
When I see You, I surrender
Unconditional Love, Love, Love

i dedicated to my friends with their problems

Idealnya Seorang Pemuda

Posted On March 7, 2010

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


Dia Pribadi muslim,

Berhati emas, berpotensi prima,

Yang di kala damai

Anggun petaka kijang dari padang perburuan

Yang di kala perang

Perkasa bak harimau kumbang

Dia perpaduan manis empedu

Satu kali dengan kawan

Lain kali dengan lawan

Yang lembut dalam berbahasa

Yang teguh membawa Suluh

Angannya sederhana

Citanya mulia

Tinggi Keutamaan dalam hati-hati

Tinggi budi, rendah hati

Dialah sutera halus di tengah sahabat tulus

Dialah baja

Ditentangnya musuh durhaka

Dia ibarat gerimis atau embun tiris

Yang memekarkan bunga-bunga

Yang melambaikan tangkai-tangkai

Dia juga puting beliung

Yang melemparkan ombak menggunung

Yang mengguncang laut ke relung-relung

Dialah gemericik air di taman sari, asri

Dia juga penumbang segala belantara

Segala Sahara

Dialah pertautan agung iman Abu Bakar

Perkara Ali

Papa Abu Dzar

Teguhnya Salman

Mandirinya di tengah massa yang bergoyang

Ibarat lentera ulama di tengah gulita sahara

Dia pilih syahid fi sabilillah atas segala kursi dan upeti

Dia menuju bintang menggapai malaikat

Dia tentang tindak Kuffar pola aniaya di mana saja

Maka nilainya pun membumbung tinggi

Harganya semakin tak terperi

Maka siapakah yang akan sanggup membelinya

Kecuali Rabb-nya?

syair : Muhammad Iqbal

dari buku Gombal Warning

Goresan Simfoni Lukisan

Posted On February 3, 2010

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


Agar manusia bisa berjalan diawali dengan merangkak
Agar manusia bisa mengelilingi dunia diperlukan sebuah langkah pertama
Lukisan dimulai dengan goresan warna yang sederhana
Simfoni dimulai dengan sebuah nada yang biasa
Puisi diawali dengan sebuah huruf yang normal
Bangunan diawali dengan peletakan batu pertama yang kecil
dan penyebab orang berhasil bukan karena takdir, tapi adalah hasil kombinasi dari Doa,Impian,Kesungguhan dalam berusaha ,dan Rasa syukur kita terhadap apa yang telah di berikan Maha Kuasa.
Kita baru memulai goresan awal pada lukisan terindah milik kita
Kita baru membunyikan nada pertama dalam simfoni tersyahdu milik kita
Kita baru menulis huruf pertama dalam puisi yang akan terkenang selamanya
Kita baru menaruh batu pertama yang akan membangun gedung termegah & terkokoh hingga akhir masa
Jangan berhenti berjuang !!!!!!!!!!!!!

EVERYBODY…SOMEBODY…ANYBODY…NOBODY!!!

Posted On December 15, 2009

Filed under mixed, poems, story

Comments Dropped one response


This is a story about 4 people named:

EVERYBODY, SOMEBODY, ANYBODY, and NOBODY.

There was an important job to be done and

EVERYBODY was sure that SOMEBODY would do it.

ANYBODY could have don’t it, but NOBODY did it.

SOMEBODY got angry about it because

it was EVERYBODY’s job.

EVERBODY thought ANYBODY could do it.

But NOBODY realized that EVERYBODY would’t do it.

It ended up that EVERYBODY blamed SOMEBODY

when NOBODY did what ANYBODY could done.

matahari-hujan

Posted On October 13, 2009

Filed under poems

Comments Dropped 3 responses


love the rainsunsuara tangisan terdengar

cari-cari dan cari, tapi tak terlihat

sayup-sayup suara makin terasa

kenapa engkau menangis? tanya sang hujan

aku hanya ingin menangis, ungkapnya dengan nada gemetar

jika kau menangis kenapa kau menangis ketika aku turun?

bukankah tidak kan ada yang tahu? tanya sang hujan

karena kau memberikan aku kedamaian, kau memberikanku kesejukan

lalu datanglah matahari

apakah aku tidak mampu memberikanku kedamaian? tanya sang matahari

tidak, kau memberikan aku kehangatan dengan cahayamu

aku mendapatkan kekuatan darimu

tersenyumlah sang matahari

lalu kenapa engkau menangis jika kami memberikan kedamaian dan kehangatan? tanya sang matahari

aku hanya ingin menangis saja, ungkapnya sambil tersenyum

aku menangis karena aku sadar bahwa aku tidak sendiri

aku masih punya kalian wahai matahari dan hujan

kalian ada untuk menemaniku, menemani semuanya

tapi aku tahu bahwa tidak semua menyadari kehadiran kalian bahkan akan melupakan kalian ketika kesibukan itu datang

kalian membuat ketentraman jiwa ketika hati ini dirundung masalah

aku belajar dari kalian bahwa aku tidak sendiri di dunia ini

aku masih punya kalian

aku punya  kalian yang menyayangiku

Bimbang

Posted On October 12, 2009

Filed under poems

Comments Dropped 7 responses


sedang mengalami kebimbangan,,,
bingung harus memilih,,,
jika waktunya tiba,
aku takut memilih, apa yang harus kupilih?
aku, kamu, dia, kami, mereka,, apa kata mereka semua?
aku takut salah pilih.
tapi apa mw dikata?
kamu tidak lebih baik dari mereka. mana yang harus kuutamakan?
ukhuwah atau kesetiaan?
dapatkah kamu menjawabnya?
tidak, kalian tidak bisa mengatakannya,,
kalian pun akan bimbang seperti aku

part of nature…

Posted On September 12, 2009

Filed under poems

Comments Dropped one response


To see a part of nature
is to see a part of ourselves,,

To understand a part of nature
is to understand a part of ourselves,,

To love a part of nature
is to love a part of ourselves,,

To share a part of nature
is to share a part of ourselves,,

To help a part of nature
is to help a part of ourselves

Next Page »