Strategi Pengelolaan Lembaga secara efktif dan efisien

Posted On October 11, 2012

Filed under Islami

Comments Dropped leave a response


 

Jumlah organisasi ataupun lembaga di Indonesia mulai banyak bermunculan dengan berbagai isu yang berkembang, baik dalam bidang kemanusiaan, keagamaan ataupun lainnya. Organisasi yang bergerak dibidang keagamaan khususnya dalam bidang zakat sudah mulai banyak di Indonesia. Salah satunya adalah dengan adanya Dompet Dhuafa. Lembaga ini mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Berdasarkan survei PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) tahun 2004, ternyata sebesar 49,8 % responden mengatakan dirinya sebagai wajib zakat. Artinya potensi dana zakat di Indonesia adalah hampir separuh dari umat Islam yang ada.

Zakat merupakan pemberian wajib yang dilakukan oleh seorang muslim apabila ia termasuk seorang  muzakki, seperti yang diutarakan oleh Abu A’la al-Maududi :

“Zakat merupakan kewajiban agama yang harus dibayarkan oleh setiap orang muslim di dalam masyarakat yang telah memenuhi persyaratan tertentu (nisab), dan harus dibayarkan dalam keadaan apapun. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk membantu anggota masyarakat yang kurang beruntung. Dengan demikian, zakat membentuk masyarakat untuk bekerja sama, bertindak sebagai lembaga penjamin (asuransi), dan penyedia dana cadangan bagi masyarakat Islam. Sebagian anggota masyarakat yang memerlukan suatu bantuan dapat diberikan bantuan dari dana zakat ini. Oleh karena itu, zakat merupakan modal bantuan yang dikumpulkan oleh masyarakat yang dapat digunakan untuk membantu orang yang menganggur, fakir miskin, yatim piatu, janda, orangorang cacat, orang sakit, dan sebagainya. Zakat menjadi sangat penting sebagai jaminan sosial bagi setiap anggota masyarakat Islam sehingga tidak seorang pun perlu merasa cemas akan masa depannya”.

Dalam upaya pengumpulan zakat, pemerintah telah mengukuhkan Badan Amil Zakat (BAZ), yaitu, lembaga pengelola zakat yang dibentuk oleh pemerintah, yang personalia pengurusnya terdiri atas ulama, cendekiawan, profesional, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), yaitu, lembaga pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat, yang pengukuhannya dilakukan oleh pemerintah bila telah memenuhi persyaratan tertentu. Lembaga-lembaga ini ditugaskan sebagai lembaga yang mengelola, mengumpulkan, penyaluran, dan memberdayakan para penerima zakat dari dana zakat.

Penyusunan tujuan dan perencanaan strategi bertambah penting artinya untuk keberhasilan dan kelangsungan hidup organisasi karena adanya serangkaian perubahan dalam lingkungan tempat organisasi harus bekerja:

(1)   meningkatnya tenggang waktu yang dibutuhkan antara permulaan spesifikasi tujuan dengan tercapainya tujuan itu karena berbagai macam alasan, mengakibatkan meningkatnya kesempatan terjadinya perubahan tujuan;

(2)    masalah koordinasi berbagai bagian dan sumber daya untuk usaha yang diarahkan ke tujuan juga jadi meningkat;

(3)   meningkatnya spesialisasi pekerjaan dan tenaga manusia seringkali mengurangi keluwesan organisasi menukar prioritasnya sesuai keinginan. Maka dari itu, perlu diadakannya training yang dilaksanakan setiap beberapa bulan sekali untuk tetap mempertahankan kinerja dari setiap pegawai.

(4)    ketidakpastian lingkungan telah meningkat dalam berbagai bidang (misalnya; pasar, hukum, ekonomi), dan telah menguragi keyakinan manajer pada keputusan yang dibuat serta lebih membutuhkan banyak organisasi untuk dasar pengambilan keputusan. Dengan aadanya hal tersebut perlu diadakan pemantauan terhadap lingkungan yang menjadi sasaran.

(5)   Adanya pelibatan dari masyarakat untuk membantu dalam menarik zakat.

– Salah satu paper yang kubuat untuk Dompet Dhuafa –

Kalender Hijriah vs Kalender Masehi

Posted On August 11, 2012

Filed under Islami

Comments Dropped one response


Awalnya karen ada teman yang mempertanyakan “Ada gak ya org Indo yg cuman mau “ngerayain” ultahnya sesuai kalender Islam? Jd surprisenya magrib2 gini. ” dan aku mengatakan “aku mau”.

Tentu saja aku mengatakan hal seperti itu, tentunya ini karena aku umat muslim, akan terlihat aneh jika umat muslim sendiri tidak tahu kapan kita lahir walaupun memang untuk saat ini banyak orang yang tidak mengetahuinya. tetapi bukan berarti kita tidak berusaha untuk mengetahuinya bukan?

Menjadi menarik sebenarnya kalau kemudian kita mempertanyakan, apa sih yang menjadi dasar perhitungan keduanya? Ternyata perhitungan Masehi didasarkan pada SOLAR YEAR (tahun matahari-syamsiyah), yaitu lamanya bumi mengorbit Matahari dalam satu putaran penuh yang berjumlah 365,242.217 hari (hari matahari). Sedangkan perhitungan Hijriah didasarkan pada LUNAR YEAR (tahun bulan-qamariyah seperti juga tahun baru IMLEK), yaitu tahun berdasarkan 12 kali lamanya orbit penuh bulan mengedari Bumi, yang berjumlah 354,367.068 hari (hari bulan). Jadi keduanya memiliki perbedaan 10,875.148,9 hari. Ini juga berarti kalender Hijriah lebih singkat sekitar 11 hari. 

(untuk mengetahui hari kelahiran kita cob klik ini http://www.islamicity.com/prayertimes/defaulthijriconv.asp?force_drive=geo2_based)

Lalu sistem penanggalan mana yang lebih benar? Wah untuk menjawab pertanyaan ini kita mesti cari tahu dari ahli astronomi (maaf saya bukan ahli astronomi). Tetapi bagi saya yang notabene adalah seorang muslim, saya akan cenderung mengikuti kalender Hijriah, walaupun saya juga tidak bisa 100% meninggalkan sistem kalender masehi. Kenapa sistem kalender Hijriah (berdasarkan bulan) yang lebih saya ikuti, dan saya berharap banyak yang sependapat, itu dikarenakan saya merujuk ke ayat dalam Al qur’an surat Yunus ayat 5 yang berbunyi

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya danditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.”Catatan: * lihat yang hurufnya saya tebalkan 

Dari yang saya ungkapkan diatas kita biasa mengambil hikmah bahwa Islam telah mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem dan pola kehidupan kita dengan se-kumplit-kumplitnya dan selengkap-lengkapnya.

Jangan Bersyukur …

Posted On June 28, 2012

Filed under Islami

Comments Dropped leave a response


Jangan Bersyukur karena

Jangan bersyukur karena pagi yang cerah dan mentari bersinar indah, tetapi bersyukurlah karena kita masih boleh menikmati pagi yang segar dan sinar mentari.

Jangan bersyukur karena kita tidak memiliki masalah, tapi bersyukurlah karena kita diberi kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dan kesulitan hidup.

Jangan bersyukur atas keluarga dan anak-anak, tetapi bersyukurlah karena kita diberi kepercayaan untuk melanjutkan dan memelihara kehidupan orang lain.

Jangan bersyukur atas segala kecukupan dalam hidup yang saat ini dinikmati, tetapi bersyukurlah karena kita dipilih Allah untuk menjadi penyalur berkatNya melalui kelimpahan hidup ini.

Jangan bersyukur atas semua pengalaman indah yang boleh dirasakan, tapi bersyukurlah karena kita mampu melihat yang indah dalam seluruh pengalaman hidup.

Jangan bersyukur karena hidupmu lebih baik dari yang lainnya, tapi bersyukurlah atas kesempatan yang Allah berikan bagi kita untuk semakin mensyukuri hidup ini.

Jangan bersyukur atas orang-orang yang baik kepada anda, tapi bersyukurlah karena Allah memperhatikan hidupmu melalui banyak orang.

Jangan bersyukur atas kebaikan yang engkau miliki, tapi bersyukurlah atas orang-orang yang tidak baik yang menjadikan kebaikanmu kelihatan.

Berharganya Waktu

Posted On May 23, 2012

Filed under Islami

Comments Dropped leave a response


Teman mari sedikit merenung dan menggali ilmu. Sekaligus berhitung sederhana.

Dalam Surah As Sajadah ayat 5 disebutkan bahwa 1 hari di akhirat sama dengan 1.000 tahun di dunia.

Ada hadits yang mengatakan bahwa 1 hari di akhirat sama dengan 50.000 tahun di dunia. Beberapa ulama mengatakan bahwa 50.000 tahun ini dikhususkan bagi orang yang tidak beriman, Naudzubillah.

Dari Quran Surah As Sajadah tersebut kita tahu bahwa 1 jam di akhirat sama dengan 41 tahun 8 bulan di dunia.

Jika rata-rata usia manusia adalah 60 tahun, maka kita bisa menyimpulkan bahwa hidup kita hanya 1.5 jam saja.

Dalam sebuah hadits Nabi Salallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra, bahwa Rasulullah bersabda,

“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Malaikat Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang bergelak-tawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersuka ria dan bergelak tawa.”

Dalam 1.5 jam itu, kita didatangi malaikat maut sebanyak 1.512.000 kali.

Kematian begitu dekat, dan kehidupan begitu singkat. Apa yang sudah kita lakukan hari ini, kawan?

Mari sebarluaskan untuk kebaikan