Pesan aneh dibalik Sekuntum Bunga

Posted On May 15, 2012

Filed under flowers, psychology

Comments Dropped leave a response


Bunga kerap dijadikan sarana untuk menyatakan perasaan. Aroma dan keindahannya menjadi alasan bunga menempati posisi pertama dalam daftar hadiah yang disukai wanita. Karena itulah, banyak para suami menjadikannya alat untuk menyatakan perasaannya terhadap wanita yang disisinya (istrinya). Padahal, tidak semua bunga mewakili perasaan cinta. Ingin tahu semiotika atau pesan terselubung dibalik bunga? Simaklah penjelasan di bawah ini.

1. Mawar Merah
Mawar merah adalah lambang cinta sejati. Jika si dia memberikan Anda satu buket atau sekuntum mawar merah berarti dia tengah dimabuk pesona Anda. Mawar merah juga menandakan bahwa pemberinya adalah seorang yang sederhana dan memiliki tingkat kreatifitas tidak neko neko.

2. Bunga Matahari

Pesona bunga matahari melambangkan kemurnian dan pemikiran yang dalam. Pemberinya ingin menyampaikan bahwa ia tak akan dengan mudah melepaskan Anda dari hidupnya.

3. Aster
Bunga yang lebih dikenal dengan sebutan daisies ini melambangkan kasih setia dan kepercayaan. Pemberinya ingin mencoba mengatakan bahwa ia menjaga kesetiaannya pada Anda.

4. Tulip Kuning
Bunga asal Negeri Kincir Angin ini melambangkan harapan cinta. Jika si dia memberikan bunga yang satu ini, artinya ia sangat mengharapkan kesediaan Anda untuk menjadi pasangan hidupnya selamanya.

5. Anggrek
Bunga anggrek melambangkan kecantikan yang sempurna. Pemberinya berusaha untuk mengatakan bahwa ia mencoba untuk menjadi orang yang Anda cintai.

6. Mawar Kuning
Mawar kuning menyimpan banyak pesan, seperti suka cita, persahabatan, permintaan maaf, kecemburuan, perselingkuhan, dan patah hati. Umumnya, mawar kuning menjadi alat untuk meminta maaf atas perbuatannya. Namun banyak juga memberikan mawar kuning karena bingung dengan apa yang dirasa terhadap Anda.

Advertisements

Bunga Mawar

Posted On March 28, 2011

Filed under flowers, personality test, psychology

Comments Dropped 17 responses


Bunga Mawar

(Rosa damascena Mil)

 

Bunga Mawar tentunya sudah pernah dilihat kebanyakan orang. Bunga ini merupakan salah satu bunga yang sering disukai dan dikagumi oleh sebagian besar wanita. Dari bentuknya yang unik dan beraneka ragam warnanya. Bunga ini memiliki berbagai perkembangan dengan berbagai proses persilangan. Sehingga mawar ini mempunyai warna yang beraneka ragam.

Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau “Ratu Bunga” merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (subtropis) dan panas (tropis). Konon katanya bunga mawar ini sudah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi sebagai sebuah simbol. Orang Yunani menjadikan bunga mawar sebagai simbol untuk dewi mereka yaitu Aphrodite dan Venus, dewi kecantikan dan gairah.

Dari bernagai warna bunga mawar ternyata mempunyai makna yang tersirat. Jadi, jika kita memberi ataupun menerima bunga mawar. Akan terlihat karakteristik setiap individu tersebut.

Merah: cinta dan romantisme


Makna universal warna mawar merah ialah cinta sejati dan romantisme. Bila Anda masih lajang dan ada seorang pria memberi Anda mawar merah, besar kemungkinan dia sedang jatuh hati.

Kuning: persahabatan, kegembiraan, dan harapan baik

Sepanjang sejarah, kuning telah berhubungan erat dengan matahari. Mawar kuning sangat cocok diberikan pada seseorang yang sedang sakit atau untuk menghibur seseorang.

Mawar Kuning mengirim pesan penghargaan dan cinta platonis. Warna tersebut merupakan perasaan sukacita dan kegembiraan.

Pink: cinta, syukur, dan apresiasi

Pink disertai dengan konotasi kasih sayang dan keanggunan, serta rasa manis dan roman puitis.

Mawar dark pink adalah simbol dari rasa syukur dan penghargaan serta merupakan cara tradisional untuk mengucapkan terima kasih.

Sementara mawar light pink berhubungan dengan kelembutan dan kekaguman serta dapat digunakan sebagai ungkapan simpati.

Putih: kemurnian, polos, simpati, dan spiritualitas

Awal tradisi mawar putih digunakan sebagai simbol untuk cinta sejati, sebuah asosiasi yang kemudian akan menjadi ciri khas mawar merah. Juga dikenal sebagai pengantin mawar. Mawar putih adalah bunga pernikahan tradisional.

Dalam hal ini, putih mewakili persatuan, kebajikan, dan kemurnian dari sebuah cinta baru. Mawar putih juga dikaitkan dengan kehormatan.

Oranye: hasrat dan antusiasme

Secara harfiah warna oranye merupakan perpaduan warna kuning dan merah. Mawar oranye dipandang sebagai jembatan antara persahabatan dilambangkan dengan mawar kuning dan cinta diwakili oleh mawar merah. Kombinasi ini dapat menjadi ekspresi dari daya tarik atau hadiah untuk mengatakan, “Saya bangga padamu.”

 

Mawar Hitam : Benci

Rasa benci itu manusiawi… Cara ngungkapinnya pun berbeda-beda, ada yang diungkapkan langsung, ada juga yang hanya dipendem sendiri. Nah, daripada capek hati, rasa benci itu juga bisa diungkapkan dengan mengirim bunga warna hitam.

Mawar Biru : misteri

Dulunya mawar ini tidak ada yang natural namun sekarang mawar biru natural sudah terciptakan melalui persilangan warna. Mawar ini melambangkan mengenai misteri atau sesuatu yang diinginkan namun tak bisa diraih.

Mawar Ungu : kesempurnaan, pesona, mulia, cinta pada pandangan pertama

Keindahan unik dari warna lavender ini melambangkan simbol kesempurnaan dari pesona. Mawar warna ini juga digunakan untuk mengekspresikan perasaan akan cinta pada pandangan pertama. Warna ungu memiliki hubungan tradisional dengan royalti. Dalam hal ini, nuansa mawar lavender menunjukkan suasana keagungan dan kemegahan.

Mawar Peach : penghargaan, simpati

Melambangkan mengenai berbagai maksud yang berbeda seperti penghargaan, apresiasi, kekaguman, atau simpati. Juga bisa melambangkan persahabatan.

Bunga Matahari Bisa Menangkal Radiasi Nuklir

Posted On November 25, 2010

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


 

img
foto: Thinkstock

Jakarta, Manfaat bunga matahari (Helianthus annuus L.) tidak hanya ditemukan pada bijinya yang bisa dibuat kwaci. Seluruh bagian dari tanaman hias berwarna kuning terang ini bisa jadi bahan obat, bahkan bisa menetralisir efek radiasi dari limbah nuklir.

Manfaat ini dibuktikan dalam tragedi kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl tahun 1986. Ketika sebagian besar air di wilayah itu tercemar radioaktif, penanaman bunga matahari di atas rakit mengambang mampu mengurangi dampak radiasi di perairan hingga 95 persen.

Rahasianya adalah struktur akar yang begitu lebat dan kuat sehingga mampu mengekstrak logam-logam berat seperti arsen dan timah. Bahkan unsur radioaktif juga bisa diserap, termasuk uranium dan stronium-90 yang bisa menyebabkan mutasi genetik pada manusia.

Dikutip dari Healthmad, Kamis (25/11/2010), bagian lain dari tanaman bunga matahari yang juga bermanfaat adalah daunnya. Bagian ini mampu meredakan asma dan batuk rejan karena bronkitis, bahkan bisa menyembuhkan luka dan infeksi.

Untuk meredakan batuk dan asma, daun bunga matahari dikeringkan bersama helaian mahkota bunga majemuknya. Daun dan bunga yang sudah kering diseduh air panas, lalu diminum hangat-hangat seperti teh setiap hari hingga gejala mereda.

Sedangkan untuk mengobati luka dan infeksi, daun yang masih segar dilumatkan bersama biji bunga matahari hingga membentuk tapel atau pasta. Tapel itu kemudian digunakan untuk mengompres luka atau borok hingga luka dan pasta sama-sama mengering.

Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah minyak bunga matahari, yang diyakini bisa mengatasi berbagai penyakit kronis termasuk penyakit jantung dan gangguan saraf. Saking populernya, minyak ini banyak dijual dalam bentuk suplemen siap minum.

Selain mengandung minyak tak jenuh rantai tunggal yang baik untuk jantung, minyak ini juga mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan ini berguna untuk perawatan kulit karena bisa melawan efek penuaan seperti keriput dan kulit kusam.

sumber:detik news

memang benar, makhluk ciptaan Allah mempunyai bermacam-macam fungsi yang kita sndiri tidak mengetahuinya. sudah sepantasnya kita menghargai sesama makhluk hidup. selain cantik rupanya manfaatnya juga banyak, tidak heran jika bunga matahari banyak yang menyukainya.. 🙂

Sun Flower ^^

Posted On June 25, 2010

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


the beautifull flowers which i like.

kenapa ya, suka dengan bunga ini??

hmm,, jika diingat-ingat bunga matahari ini di Aceh termasuk tanaman liar,

ia tumbuh hampir di setiap rumah. waktu itu aku lagi ada di Lhoknga

waktu itu aku berfikir, tanaman liar aja sebagus ini, gimana klo tanaman hias..

hmm,, pasti lebih indah..

perpaduan warnanya pun menarik, kelopaknya berwarna jingga dengan tengahnya coklat

waktu SD, pramuka aku termasuk kelompok matahari, dan aku suka banget lambangnya..

tapi satu hal yang dapat kupelajari dari bunga matahari adalah filosofi yang ada pada dirinya

” kenapa bunga matahari selalu menghadap ke arah matahari?

kenapa ia hanya dapat memandangi matahari saja?

karena ketika bunga matahari tersebut mendekati matahari,

maka ia pun akan terbakar dengan panasnya matahari”

Background of Sunflowers

Posted On December 30, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped one response


A FEW SUNFLOWER FACTS

do you know about sunflowers? are you like it?

if you like it, you should know about sunflowers,,,

Did you ever wonder how Sunflowers got their scientific name Helianthus? It comes from two words, Helios meaning sun, and Anthos, meaning flower. The sunflower “often” follows the sun, and this characteristic is how got its name.

The Sunflower is a good bee plant, ours have been covered in bees this summer.

In many parts of Europe sunflowers have provided/and still provide leaves for smoking, flower buds for salads, flowers for dyes, and oil for cooking.

I read somewhere that there are 67 species of sunflowers, growing in the various countries of the world, but I have a feeling…that the number is way higher now 🙂

The sunflower is not one flower, but a cluster of more then 2000 tiny flowers growing together…go and have a closer look next time you come face to face with one.

A sunflower’s head can grow to be as big as 2 feet across and the plant itself can be as tall as 18 feet. Well this year our tallest one got to over 10 feet tall, so maybe next year they will be taller 🙂

The tallest sunflower grown on record was 25 feet tall and was grown in the Netherlands. Well I wonder if this record has been beaten yet?

The largest sunflower head on record measured 32 1/2 inches across its widest point and was grown in Canada. Again, I wonder if this year this record has been beaten.

The shortest mature sunflower on record was just over 2 inches tall and was grown in Oregon using the Bonsai technique. Wow that is tiny, we grew some short ones this year, but they were still taller than we thought when fully grown.

The sunflower is the state flower of Kansas.

The sunflower is the national flower of Russia.

The French word for Sunflower is tournesol, or literally “turn with the sun”.
and In Spain and Italy: Girasol
and In Germany: Sonnenblume

Flower Meaning –
Dwarf Sunflower: Adoration
Tall Sunflower: False Riches

belajar edelweiss,,,

Posted On September 11, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped 3 responses


Bunganya putih berseri, sedap elok di pandang mata, bergumul menjadi satu, tanda persahabatan di antaranya. Semampai indah wujudnya, ternyata menyimpan begitu banyak hikmah untuk kita, untuk makhluk yang Allah ciptakan sebagai penjaga alam semesta. Karena itu, mari kita belajar dari Edelweis…

Edelweis, sebuah bunga yang di sebut-sebut sebagai bunga abadi, ternyata Allah meyimpan banyak hikmah untuk manusia di dalamnya.

Edelweiss, putih kecil, tak terlalu harum, namun tak mengurangi kecantikannya. Setiap bunganya yang gugur dan jatuh menyentuh tanah, dengan izin Allah, bunga tersebut akan tumbuh kembali menjadi satu pohon Edelweiss yang baru. Selain itu, bunga ini ketika dikeringkan, tahannya lebih lama dibandingkan dengan bunga yang lain. Keunikannya ini yang menjadikannya mendapat julukan ‘The Immortal Flower’ atau ‘Bunga Abadi’.

Bunga ini mampu hidup dengan suhu di bawah 18 derajat celcius. Dengan suhu serendah itu, banyak orang menggigil tak karuan, berusaha mencari tempat paling hangat untuk beristirahat, atau bahkan, secara tidak sengaja seseorang berkeluh kesah dengan mengatakan “sialan! Dingin banget si di sini!!”. Namun tidak si kecil Edelweiss, tetap mensyukuri nikmat Sang Pencipta di tempat ia tumbuh.

Dia tetap tumbuh dengan terus menebar keindahan tak peduli apapun keadaan di sekitarnya, dinginkah, panaskah, dia tetap memiliki keyakinan kepada Allah, bahwa keadaan di sekitarnya itu tak menjadikan dirinya takluk, karena dia memiliki sandaran yang kuat, dia memiliki Tuhan yang Maha Besar, Allah swt Seperti itulah seharusnya manusia! Menjadi manusia yang selalu yakin akan Allah, Tuhan-nya.

Edelweiss mengajarkan kita untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan. Gugurnya sehelai Edelweiss, mampu menghasilkan puluhan bunga yang sama atau bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya. Begitulah seharusnya kita manusia dalam menghadapi keterpurukan di dalam hidup kita.

Berapa kalipun kita gagal, jangan pernah anggap itu sebagai kegagalan, jadikan itu sebuah penemuan, penemuan ‘cara yang salah’. Karena seorang penemu tak pernah langsung berhasil dalam percobaannya, mereka juga pernah gagal, tapi mereka menganggap kegagalan mereka adalah penemuan ‘cara yang salah’, bukan penemuan ‘kegagalan’. Dan kita harus meyakini, bahwa kita akan dan pasti, menemukan suatu ‘cara yang benar’ untuk menghadapi permasalahan yang Allah ujikan.

kita sering berada di bawah roda kehidupan, ketika kondisi kita seperti itu, sungguh indah jika kita menjadi seperti Edelweiss yang gugur, dia bisa tumbuh kembali menjadi bunga, mengapa kita manusia yang ‘gugur’ dalam ujian-Nya, tak mampu bangkit kembali menjadi manusia yang memiliki ‘bunga’ yang indah?

Seandainya kita memiliki kelebihan yang Allah berikan, maka yakinlah, ada kekurangan dalam diri kita. Jangan pernah sombongkan kelebihan itu di hadapan orang lain. Jadilah seperti Edelweiss, dia memiliki keindahan dengan keabadiannya, namun dia memiliki kekurangan, yaitu harumnya tak semerbak seperti bunga yang lainnya. Bunga se-indah Edelweiss pun memiliki kekurangan, maka, manusia se-‘indah’ apapun, pasti memiliki kekurangan, karena itu, jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki saat ini.

Banyak anak yang tamak dengan ilmu yang dia miliki, sampai-sampai tanpa sadar menyakiti perasaan temannya dengan kesombongan yang dia lakuan, entah sengaja atau tidak. Banyak juga anak muda, yang sombong dengan hartanya, di pamerkan ke segala penjuru, agar teman-temannya mengetahui bahwa dia anak yang berkecukupan, atau bahkan kelebihan harta. Ingatlah teman, semua itu akan sirna seiring berjalannya waktu. Ingatlah teman, aku dan kalian memiliki ‘borok’ yang hanya Allah saja yang tahu. Ingatlah selalu teman, aku dan kamu di ciptakan seideal mungkin, seimbang antara kelebihan dan kekurangan.

Terkadang aku berfikir, jangan-jangan apa yang aku anggap dalam diriku ini suatu kelebihan, ternyata itu adalah kelemahan besar di mata Allah. Pernahkah kalian fikirkan itu?.

Namun sekarang, yang aku fikirkan adalah jangan pernah merasa malu dengan kekurangan yang kita punya, sekali lagi jadilah seperti Edelweiss, dia menjadikan kelebihannya untuk menjadi sebuah pemandangan yang indah, kembali sejuk hatinya, dan tersenyum kembali wajahnya.

Jadikan kelebihan kita untuk membuat orang lain tersenyum, bukan membuat orang lain merasa sakit hati, atau kecewa.

Ketika kita berada di atas roda kehidupan,, ingatlah Edelweiss, dia akan gugur setelah berkembangnya, dia pernah berada di atas, dan juga pernah berada di bawah. ingatlah, tak selamanya kita berada di atas, karena pasti kita akan mengalami berada di bawah. Tak selamanya kita menang. Pasti ada kalanya kita mengalami keterpurukan. ketika kita berada dalam keterpurukan,ingat kalimat ini, takkan pernah ada kebangkitan, kalau tidak ada keterpurukan.

Wallahu’alam…edelweiss

derita pohon

Posted On September 7, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


aku ibarat sebuah pohon

pohon yang terbentang

cabangku banyak

aku indah

banyak sekali bunga di badanku

aku senang

buahku selalu bagus

buahku selalu diambil

buahku manis

daunku rindang

membuat kenyamanan

memberikan oksigen

aku senang membantu orang

aku tinggi

tinggi

dan tambah tinggi

cabangku banyak

lebar dan lebar

anak-anak sering main di dahanku

tapi, uughh,,

kenapa badanku sakit?

perih…

ada apa ini??

daunku berguguran

buahku sudah tak manis

batangku mulai rapuh

kenapa aku ini?

panas,,,

tidak seperti biasanya

apakah matahari begitu teriknya

oohh tidak,,,

dahanku patah

buahku banyak ulat

kenapa aku ini??

sakit,,,

aku tidak seindah dulu lagi,,

tolong aku,,,

aku tidak mau seperti ini lagi

seputih melati

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped 3 responses


SEPUTIH MELATI

melati1-300x277

Melati tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna dibalik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain untuk berbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih. Kemanapun dan dimanapun ditemukan, melati selalu putih. Putih, bersih, indah berseri di taman yang asri.

Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ianya tetap putih berseri. Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Kekanan ia ikut, ke kiri iapun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena kemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya.

Pada hujan ia menangis, agar tak terlihat matanya meneteskan air diantara ribuan air yang menghujani tubuhnya. Agar siapapun tak pernah melihatnya bersedih, karena saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes. Sesungguhnya, ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang, karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya. Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya, untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran. Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya. Tetapi, pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yang sejuk.

Pada tangkai ia bersandar, agar tetap meneguhkan kedudukannya, memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya, menserikan alam. Agar kelak, apapun cobaan yang datang, ia dengan sabar dan suka cita merasai, bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta. Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayang tanpa cobaan?

Pada dedaunan ia berkaca, semoga tak merubah warna hijaunya. Karena dengan hijau daun itu, ia tetap sadar sebagai melati harus tetap berwarna putih. Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu, kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali membuatnya tak lagi putih?

Pada bunga lain ia bersahabat. Bersama bahu membahu menserikan alam, tak ada persaingan, tak ada perlombaan menjadi yang tercantik, karena masing-masing memahami tugas dan peranannya. Tak pernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya. Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning, karena ia tahu semua fungsinya sebagai putih.

Pada matahari ia memohon, tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya malam. Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnya yang memecah kebekuan, seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi. Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah, pertanda melati siap mengarungi hidup, setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.

Pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya. Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya, melati tak pernah terlupakan untuk disertakan. Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya, ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru, agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih. Yang tetap berseri disemua suasana alam.

Pada unggas ia berteriak, terombang-ambing menghindari paruhnya agar tak segera pupus. Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak keindahannya, yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di putihnya.

Dan pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta, agar dibimbing dan dilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya. Agar dalam berperan menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya, tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai melati, seputih melati. Dan orang memandangnya juga seperti melati.

Dan kepada melatiku, tetaplah menjadi melati di tamanku. Karena, aku akan menjadi angin, menjadi hujan, menjadi tangkai, menjadi matahari, menjadi daun dan alam semesta. Tetapi takkan pernah menjadi debu atau unggas yang hanya akan merusak keindahannya, lalu meninggalkan melati begitu saja.

Pohon Bambu (Bambusa sp)

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped one response


Pohon Bambu (Bambusa sp)

bamboo

pohon bambu merupakan pohon yang kuat, ia tetap bertahan ketika hujan dan badai menyerang
ia juga tidak mengeluh kepada langit yang memberinya hujan dan badai
ia harus tetap bertahan terhadap cobaan yang ia hadapi saat ini maupun di masa yang akan datang

ia mempunya akar yang kokoh sehingga ia tidak gampang rubuh ketika angin membawanya ke kanan-ke kiri, ia tetap masih di tempat ia berpijak,,

seiring dengan waktu, ia tetap tumbuh dan tumbuh, semakin tinggi dan semakin besar batangnya, semakin kuat pula ia menghadapi rintangan yang semakin besar dari tahun ke tahun

walau ia mempunyai akar yang kuat, ia tetap tidak sendiri,
ia bersama bambu-bambu lain mengokohkan satu sama lain, semakin erat, semakin padat, semakin sulit di tembus
mereka bahu-membahu agar tidak cepat rubuh,,

berbeda dengan pohon jati (Tectona grandis),,
ia kuat, besar, megah, tapi ia hanya sendiri
tidak heran jika ia akan tumbang terkena badai
karena pertahanannya hanya ada pada dirinya sendiri,
tidak ada yang membantu disampingnya,,

ibrah yang dapat diambil dari pohon bambu itu tentang prinsip dan ketegaran dalam menanggapi segala sesuatu yang datang kepada kita. Baik itu yang angin sedih atau angin bahagia. jika kesedihan itu datang maka ada penguat ruhaninya yaitu sabar namun jika angin kebahagiaan itu datang maka penguat ruhaninya yaitu syukur. kebersamaan dapat menjadi satu kekuatan yang kokoh dan kepercayaan menjadi hal yang mahal (sulit) untuk dipraktikkan,,

lalu bagaimana dengan diri kita pribadi?
apakah kita sudah mempunyainya?

Semoga renungan ini dapat mengingatkanku untuk tetap tegar.

dedaunan

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


daun

Beberapa insan menganggap hidupnya penuh keindahan, tak jarang yang
menganggap hidupnya penuh kesulitan. Karna setiap cerita dari keseharian
mereka berbeda, setiap pesan yang dibawakan tak pernah sama. Hanya satu
yang sama dan menjadi media satu – satunya, kehidupan. Menyenangkan dan
sungguh menyenangkan ketika kehidupan kiranya menjadi sangat membahagiakan. Tentunya harapan manusia kehidupan itu tak akan pernah berakhir, tak akan pernah berubah dan ia tinggalkan. Semestinya insan bersyukur ketika mendapati hidupnya penuh kemudahan dan kebahagiaan seperti kutuliskan.

Namun juga tak sedikit yang mengeluhkan hidupnya penuh kesulitan. Mereka yang mengutuk hidup ini kejam, tidak adil, dan menyengsarakan, bahkan mengasumsikan bahwa Allah telah pilih kasih terhadap hamba-Nya. Bukan perubahan yang kan membawa mereka pada kehidupan lebih baik dari sebelumnya ketika itu dilakukan, melainkan dosa yang mereka pasti dapatkan. Itu awam. Itu, tak perlu berpendidikan demi mengetahuinya. Karna mengeluhkan kehidupan sama halnya dengan mengutuk dan mengkritik apa yang Allah berikan.

Terkadang, aku berada pada kedua perilaku diatas. Dalam masa waktu tertentu aku merasa bahagia ketika tau dan sadar bahwa banyak teman, kerabat serta keluarga yang sayang dan siap membantu ketika persoalan kian menyempitkan. Ketika itu aku merasa bahagia dan berkata, “hidup sebenarnya indah, jika aku bisa melihat dari sisi yang positif dan menyenangkan”.

Dalam masa waktu yang berlainan aku merasa hidup begitu penuh dengan kesulitan. “Life is so heavy”, ucapku ketika dihadapkan pada persoalan yang mewarnai dan mengisi keseharian. Banyak hal yang membuat ucapan itu kian terucap. Merasa ditinggalkan, diakhirkan, dan dinantikan. Entah itu sebuah keluhan atau sekedar asumsi instant terhadap situasi yang dialami. Pada akhirnya, aku hanya merasa tidak enak dan malu di hati sudah mengatakannya.

Aku mengingat masih dapat makan ketika yang lain kelaparan. Aku masih tidur diatas kasur busa ketika lainnya tidur beralaskan kertas koran. Aku masih melihat ada kebaikan diantara perbedaan keadaan. Aku menjadi aku sepenuhnya ketika melewati satu demi satu rintangan berkedok tantangan.

Maka tahulah dan tahu bagaimana aku harus menyikapinya. Betapa apa yang kulakukan tak akan pernah sempurna dan diridhoi oleh-Nya jika ada saja yang kukutuk serta hinakan.

Suatu sore aku duduk, termenung sendiri menatap luasnya langit yang kian hilang birunya. Matahari tak lagi terlihat dan segera turun digantikan bulan. Angin begitu tenang dan pelan bertiup membuat dedaunan yang kulihat bergoyang. Ternyata dedaunan itu begitu indah, ternyata dedauanan itu begitu menenangkan. Ia hanya diam, lalu bergoyang mengikuti arah angin meniupnya. Lalu ia kembali pada posisinya semula. Dalam diam ia membuat sekitarku begitu indah dan menyehatkan pandangan mata. Ia adalah salah satu mahluk yang memegang perkataan bahwa “diam adalah emas”. Betapa membuatku ingin sepertinya. Ia diam pun tetap begitu banyak yang menyukainya. Ia diam pun udara disekitarnya menjadi sejuk karnanya. Ia diam pun jutaan manusia suka dan merawatnya hingga ratusan tahun. Ia diam pun hijau khlorofilnya membuat keindahan pada sekitarnya. Ia diam pun menjadi rumah teduh bagi serangga – serangga dan jutaan semut lainnya. Jadilah ia mahluk yang kaya akan guna. Jadilah diamnya rasa nyaman untuk sekitarnya. Maka sore itu aku belajar sesuatu dari dedaunan. Maka sore itu aku mengucap syukur Ia menciptakan dedaunan beserta fungsi dan keindahannya.

embun

Next Page »