Ahiri Dengan Sopan

Posted On December 31, 2014

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response


Dalam pendekatan, semuanya begitu indah saat memulai. Mendebarkan perasaan yang tersembunyi dalam. Seorang senior berkata padaku, bahwa yang baru selalu lebih menarik.
Mungkin benar, yang baru selalu tampak lebih menarik. Karena kenangannya lebih segar. Belum ada rasa bosan yang hinggap. Masih bagus-bagus yang terlihat. Lalu pelan-pelan segalanya mulai menggelap. Tergantung apa yang dikejar dalam mulainya sesuatu yang baru itu.
Ada beberapa yang memulai dengan serampangan, tapi kemudian belajar dan menjalani dengan sopan. Mengakhiri pun dengan pernikahan.
Ada pula yang mengawali dengan sangat sopan, seakan dia insan Jawa malu-malu menapak pasar. Tapi lalu mengakhiri dengan brutal.
Jika harus segalanya berhenti, maka akhirilah dengan sopan. Memulai dengan baik-baik, maka akhirilah dengan cara yang baik. Setidaknya cara baik menurut ukuran adab manusia, kalau kita tak suka bawa-bawa agama.
Pernah kulihat seorang kawan, didekati lelaki yang kelihatan baik, diawali dengan baik-baik, dijalani pun baik, namun diakhiri si lelaki dengan tidak sopan. Dia minggat tanpa pesan.
Pernah kualami sendiri, didekati dengan cara yang aneh. Dibawa dalam dunia yang asing. Diperlihatkan kebrutalan hidupnya. Tapi diusahakannya ikhtiar yang tersopan. Diusahakannya mengetuk pintu waliku. Tapi kemudian harus diakhiri karena pintu selalu terkunci. Lalu dia pamit pada suatu malam, melalui kata-katanya yang pelan, bahwa dia sudah berhenti mengetuk pintu. Membuatku menangis terharu. Dia mengakhiri dengan sangat sopan.
Banyak juga yang mengetuk pintu, lalu pintu itu sudah terbuka. Lalu dia membuka pintu yang lain. Dan beberapa pintu dibukanya secara bersamaan. Hanya untuk dirampok perasaannya satu persatu. Lalu semua ditinggalkan begitu saja. Dengan luka tercabik-cabik.
Mereka semua anak seorang lelaki. Lelaki yang tak pernah mau melihat anak-anaknya dilukai, dirangsek hatinya lalu ditinggal pergi. Jika kau awali mengetuk pintu, beranilah mengakhiri dengan dua pilihan cara : akhiri dengan pernikahan baik, atau akhiri dengan sopan.
Seorang bijak mengatakan, kejahatan terbesar yang dapat dilakukan seorang laki-laki pada perempuan adalah ketika dia membuat si perempuan jatuh cinta tapi dia tidak bermaksud untuk merengkuhnya ketika dia terjatuh (cinta).
Mari, akhiri segalanya dengan sopan.🙂

from :

Ini Tulisanya Bagus banget.

Karena seharusnya jika awal bertemu dengan baik, maka diakhirinya pun dengan baik.

Tulisan ini benar-benar menggambarkan sekali pengalaman yang aku rasakan sampai saat ini.

Saranku untuk laki-laki : Be a Gentle Person and Remember What You Did !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s