Aku, Kamu, dan Bumi

Posted On May 17, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Sampah merupakan bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).

Sampah, khususnya di daerah perkotaan sering menjadi masalah. Timbunan sampah yang dihasilkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk kota. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA. Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem open dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua sampah jika dibuang ke alam akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang puluhan tahun baru bisa hancur.

Dalam hal ini dilakukan suatu kesadaran di berbagai Sekolah dasar untuk mengurangi, memilah, mengkaryakan sampah yang dikenal dengan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 853 responden menunjukkan 97% siswa SD ini menyadari kegiatan 3R sangat penting dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya agar tidak menjadi masalah yang serius bagi kesehatan mereka,  lingkungan rumahnya maupun lingkungan kota secara umum.

Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum merilis data hasil kuesioner dengan menggunakan indikator AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Survey dilakukan terhadap 853 siswa yang tersebar di 29 sekolah di 11 propinsi.

Kasubdit Pengelolaan dan Pengusahaan Dit. Pengembangan PLP, Endang Setyaningrum menjelaskan bahwa kampanye dan edukasi bidang PLP sudah dilakukan sejak tahun 2008 dengan menyasar anak-anak dan perempuan (organisasi perempuan), seperti ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan lain-lain. Dit. PLP juga sudah memiliki rencana strategi kampanye dan edukasi hingga 2014 mendatang.

“Dari survey tersebut terlihat hasil yang cukup menggembirakan, namun aksi anak-anak memilah sampah di sekolah yang cukup tinggi (97%) perlu diimbangi dengan aksi mereka di rumah masing-masing, karena berdasarkan hasil survey memperlihatkan hanya 67% anak SD yang melakukan pemilahan sampah di rumahnya karena ketiadaan tempatsampah di rumah,” terang Endang.

            Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah Organik dan sampah Anorganik. Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. Sedangkan, Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

Oleh karena itu, dalam rangka mengedepankan peran dan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan sampah melalui peningkatan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak dini dilaksanakan Kampanye Edukasi Pelaksanaan 3R Sampah di Lingkungan Sekolah Dasar. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mendorong terciptanya budaya bersih bagi masyarakat usia dini dengan mengelola sampah secara baik dan benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s