“Pick Up Your Trash” and “What Do You See?”

Posted On May 17, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


“Pick Me Up” dan “What do You See” merupakan acara yang diselenggarakan dari tim GCC yang beranggotakan Dhani, Resi, Cimut, Masdan, Anggun dan saya sendiri (Chorni). Kami sepakat untuk melaksanakan acara yang bertemakan “Aku, Kamu, dan Bumi”. Pada kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan suatu pemahaman dan pendidikan mengenai sampah. Acara ini berlangsung selama dua hari. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak SD 03 Pocin.

Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pendidikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, dan mengolah sampah. Sasarannya ini adalah anak-anak SD 03 Pocin.

Dalam hal ini  ada beberapa hal yang dibahas melalui SWOT untuk melaksanakan kegiatan ini. Diantaranya adalah Strength dimana kekuatan dari anak SD adalah cara ingin mengetahui mereka yang lebih besar. Sehingga ketika mempeajarinya mereka menyimak. Weakness dari mereka adalah waktu yang susah untuk disepakati. Dari pihak anak SD waktu yang diinginkan tidak sesuai sehingga harus disesuaikan dengan pihak sekolah. Opportunities atau kesempatan anak-anak SD tersebut adalah dengan adanya pemberian pemahaman pada kegiatan ini diharapkan agar mereka dapat menyebarkan ke teman-teman mereka sehingga ilmu yang mereka dapatkan bisa disebarkan kepada orang lain. Sedangkan, untuk Threat atau ancaman ini mereka tidak bisa mempraktikkan kepada orang lain dikarenakan kesibukan mereka sendiri.

Acara pembekalan ini dilakukan pada hari Selasa, 26 April 2011 dan Rabu, 27 April 2011. Acara tersebut dibuat suatu rangkaian. Dimana pada pembekalan untuk anak-anak diberikan pemahaman mengenai kebersihan, mengelola sampah, pemisahan sampah. Anak-anak SD dilaksanakan selama dua hari dari pukul 08.00 hingga 10.00 wib. Yang berbentuk rangkaian dengan cara pemutaran film, penjelasan  mengenai film tersebut serta membuat semacam permainan dengan cara anak-anak mencari sampah kemudian memilah sampah tersebut antara Organik dan Anorganik. Setelah itu, pada hari kedua dilaksanakan lomba menggambar mengenai lingkungan menurut anak-anak tersebut. kemudian anak-anak tersebut menceritakan mengenai kisah dari gambar tersebut.

Berikut contoh dari susunan acara yang dilaksanakan di SD :

Susunan Acara di SD 03 Pocin

 

1. Pick Up Your Trash

08.00 : Pembukaan dan Perkenalan
08.10 : Pemutaran Film bertemakan Lingkungan
08.40 : penjelasan mengenai Film (3R)
09.00 : Menggiring siswa keluar kelas dan meminta mereka memungut sampah di sekitar mereka
09.15 : Games memilah sampah
09.45 : Penutupan

2.  What Do You See?

08.00 : Pembukaan
08.10 : siswa Menggambar sesuai dengan tema
09.30 : beberapa siswa menceritakan isi gambar
09.45 : pemberian reward
10.00 : penutupan

Alhamdulillah acaranya berlangsung dengan lancar walau ada beberapa yang tidak seharusnya. hanya saja, walaupun adanya hambatan (teknis) tetapi kami semua bisa melewatinya. itulah yang dikatan dengan team work. masalah dapat terselesaikan dengan bersama-sama. atas pemikiran bersama, menjadi lebih mudah.
terima kasih ya teman-teman atas kerjasamanya..

Aku, Kamu, dan Bumi

Posted On May 17, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Sampah merupakan bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).

Sampah, khususnya di daerah perkotaan sering menjadi masalah. Timbunan sampah yang dihasilkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk kota. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA. Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem open dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua sampah jika dibuang ke alam akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang puluhan tahun baru bisa hancur.

Dalam hal ini dilakukan suatu kesadaran di berbagai Sekolah dasar untuk mengurangi, memilah, mengkaryakan sampah yang dikenal dengan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 853 responden menunjukkan 97% siswa SD ini menyadari kegiatan 3R sangat penting dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya agar tidak menjadi masalah yang serius bagi kesehatan mereka,  lingkungan rumahnya maupun lingkungan kota secara umum.

Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum merilis data hasil kuesioner dengan menggunakan indikator AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Survey dilakukan terhadap 853 siswa yang tersebar di 29 sekolah di 11 propinsi.

Kasubdit Pengelolaan dan Pengusahaan Dit. Pengembangan PLP, Endang Setyaningrum menjelaskan bahwa kampanye dan edukasi bidang PLP sudah dilakukan sejak tahun 2008 dengan menyasar anak-anak dan perempuan (organisasi perempuan), seperti ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan lain-lain. Dit. PLP juga sudah memiliki rencana strategi kampanye dan edukasi hingga 2014 mendatang.

“Dari survey tersebut terlihat hasil yang cukup menggembirakan, namun aksi anak-anak memilah sampah di sekolah yang cukup tinggi (97%) perlu diimbangi dengan aksi mereka di rumah masing-masing, karena berdasarkan hasil survey memperlihatkan hanya 67% anak SD yang melakukan pemilahan sampah di rumahnya karena ketiadaan tempatsampah di rumah,” terang Endang.

            Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah Organik dan sampah Anorganik. Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. Sedangkan, Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

Oleh karena itu, dalam rangka mengedepankan peran dan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan sampah melalui peningkatan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak dini dilaksanakan Kampanye Edukasi Pelaksanaan 3R Sampah di Lingkungan Sekolah Dasar. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mendorong terciptanya budaya bersih bagi masyarakat usia dini dengan mengelola sampah secara baik dan benar

Keberhasilan tak diperoleh begitu saja.

Posted On May 10, 2011

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response


Keberhasilan tak diperoleh begitu saja.

Ia adalah buah dari pohon kerja keras yang berjuang untuk tumbuh. Jangan terlalu berharap pada kemujuran.

Apakah kamu tahu apa itu kemujuran? Apakah kamu dapat mendatangkan kemujuran sesuai keinginanmu?
Padahal aku tahu, aku tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya.

Sadarilah bahwa segala sesuatu berjalan secara alami dan semestinya.

Layaknya proses mendaki tangga, kita melangkahkan kaki ini melalui anak tangga satu per satu.
Tak perlu repot-repot membuang waktu kita untuk mencari jalan pintas, karena memang tak ada jalan pintas. Sesungguhnya kemudahan jalan pintas itu takkan pernah memberikan kepuasan sejati.
Untuk apa kita berhasil jika kita tak merasa puas?
Hargailah setiap langkah kecil yang membawa anda maju.
Janganlah melangkah dengan ketergesaan, karena ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.
Amatilah jalan lurus kalian. Tak peduli bergelombang maupun berbatu, selama kalian yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus.
Ketahuilah, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun kalian menjadi diri kalian sendiri.