National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #3

Posted On April 6, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Pada pagi hari, tepatnya jam 6 pagi, kami dikumpulkan dan melakukan pemanasan. Setelah itu kami dibawa ke sawah dan menyusuri sungai yang ada di bawah penginapan kami.  Diantara kami ada beberapa orang yang kepleset di sekitar sawah, kemudian ketika kita menyusuri sungai dan hendak balik melalui sungai tersebut. kami pun berjalan di sungai tersebut yang tingginya

 

Setelah kegiatan Outbond tersebut, kami pun ke penginapan dan mulai bersiap-siap yang kemudian kami berkumpul kembali untuk membuat suatu nama lembaga. Kemudian nama lembaga tersebut disepakati dengan nama Asosiasi KOMPAK (Komunikasi Orang Muda Anti Perdagangan Orang dan ESKA). Setelah itu, kami beres-beres pakaian untuk persiapan pulang. Kami pun dikumpulkan kembali untuk pemberian reward dari setiap games. Kemudian, beberapa orang yang menjadi anggota FGD berkumpul untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kebudayaan tersebut. dikarenakan harus disegerakan pulang, maka FGD-nya dilanjutkan di tempat makan siang di lain tmpat. Kami pun bersama kelompok FGD tersebut kumpul dalam satu meja makan dan melanjutkan FGD ini. Setelah itu, pembicaraan kami pun selesai dan kami kembali ke bus yang mengantarkan kami.

Focus Group Discussion

 

Advertisements

National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #2

Posted On April 6, 2011

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response


Pada Hari kedua workshop ini, kami dikumpulkan sekitar jam 8 pagi setelah makan pagi. Kami pun makan dan kemudian kami berkumpul kembali di aula untuk diberikan materi. Materi di hari kedua mengenai pembentukan suatu organisasi. Dalam sehari kami membahas mengenai pembuatan struktur, sistem manajemen organisasi, tata tertib, dan program kerja. Fasilitator kami menjelaskan secara bertahap sesuai dengan urutannya. Kemudian setelah dijelaskan, masing-masing perwakilan daerah mempresentasikan hasil mereka. kemudian  setelah dipresentasikan, masing-masing dari kami mengeluarkan pendapat mengenai apa saja yang dibahas untuk pembentukan lembaga ini secara nasional. Apakah  sesuai ataukah tidak, yang hasilnya melalui musyawarah. Persamaan persepsi mengenai suatu organisasi bisa dikatakan sulit karena peserta yang hadir berkisar dari kelas 2 SMP hingga Perguruan Tinggi. Sehingga tidak semua mengerti mengenai organisasi tersebut. tidak jarang kami sering berbeda pendapat, tetapi dari hal tersebut masing-masing dari kami jadi belajar bagaiamana kondisi masing-masing daerah serta kendalanya.

 

Setelah pembahasan mengenai sistem management organisasi dibahas, kami pun istirahat makan siang yang kemudian dilanjutkan dengan outbond. Kami berkumpul dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok yang kemudian kami pun bermain. Permainan pertama dilakukan dengan menggunakan bambu yang masing-masing dari individu menggunakan satu jari untuk menopangnya dari atas ke bawah, begitu pula sebaliknya. Setelah itu, dilanjutkan dengan permainan menggunakan ember yang diikat oleh tali rafia di sisi ember tersebut, yang kemudian ember tersebut berisi air dan bola. Permainannya ini bagaimana menuangkan air di dalam ember ke ember satu lagi tanpa menjatuhkan bola tersebut yang mana ember tersebut diletakkan di tengah-tengah lingkaran yang kami tidak boleh melewatinya tanpa memegang tali dari ember tersebut. permainan ketiga adalah permainan yang menggunakan tali rafia pendek yang dipegang pada salah satu tangan setiap anak yang kemudian tangan yang memegang tali rafia dipegang di satu sisinya dengan orang lain, dan begitu pula sebaliknya tangan yang satu lagi memegang tali rafia temannya.

 

 

Setelah masing-masing memegang maka kami harus membuat satu lingkaran utuh tanpa adanya yang yang “kelibet”. setelah permainan berakhir, kami pun istirahat. Kami pun melanjutkan kembali materi mengenai pengorganisasian diantaranya adalah tata tertib dan program kerja. Program kerja ini meliputi program kerja dan program aksi. Kami berdiskusi mengenai tata tertib dan proker apa saja yang baik untuk dilaksanakan selama 1,5 tahun kepengurusan.

Malam hari pun tiba,  kami makan malam kemudian dari 21 orang peserta, ada 9 orang yang menjadi perwakilan untuk dilaksanakan FGD (Focus Group Discussion) membicarakan mengenai Culture and The Affect of Globalization in Indonesia. saya merupakan salah satu perwakilan tersebut yang berbicara dengan Isabela, mahasiswa dari Swedia. Isabela menanyakan mengenai kebudayaan latar belakang kami, apa saja keunikan dari kebudayaan Indonesia, apakah berpengaruh terhadap globalisasi dan efeknya apa?. Pembicaraan kami pun dilanjutkan keesokan harinya karena agenda untuk besok dimulai jam 6 pagi.

 

National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #1

Posted On April 6, 2011

Filed under story

Comments Dropped leave a response



Pada hari rabu ini, bus keberangkatan yang membawa saya dan peserta dari national workshop ini berangkat pada pukul 09.30 wib dari Kalibata ke Bogor. Dalam bus tersebut terdapat beberapa orang yang mengikuti kegiatan ini. Diantaranya perwakilan dari beberapa LSM dari empat kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Batam, Medan, dan Lampung. Selain itu ada dua mahasiswa dari Swedia yang mana mereka berdua merupakan internship student ECPAT. Kemudian kami pun tiba di GG House Happy Valley yaitu penginapan kami. Kami dibagikan kamar dan merapikan barang bawaan kami di kamar masing-masing. Kemudian kami dikumpulkan di Aula untuk mendapatkan pengarahan pertama. Kami absen dan dibagikan beberapa buku dan kaos yang langsung kami gunakan.

 

 

 

Pembekalan pertama yaitu materi mengenai latar belakang diadakan acara workshop ini serta penjabaran dariTrafficking dan Sexual Exploitation. Setelah itu kami menuliskan harapan dan kekhawatiran dalam sebuah kertas yang telah disediakan selama tiga hari mendatang kemudian di tempelkan di papan sesuai dengan subjeknya. Setelah itu dilanjutkan dengan materi Johari’s Windows yang mana menceritakan mengenai diri sendiri apa yang diketahui setiap individu mengenai sifat dirinya dan orang lain, apakah dirinya dan orang lain mengetahuinya ataukah tidak. Darin Johari’s Windows kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai pengenalan diri sendiri melaui empat kategori sifat. Diantaranya adalah koleris, melankolis, sanguinis, dan pleghmatis. Fasilitator kami memberikan kami dua lembar pertanyaan yang kemudian kami jawab. Dari pertanyaan tersebut akan mendapatkan hasilnya sesuai yang dikategorikan. Dari hal tersebut kita dapat mengeatahui tipe pemimpin atau tipe perfeksionis. Ada diantara kami baru mengetahui hal tersebut sehingga, teman-teman exciting terhadap hal ini. Hal ini membantu kami untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja setiap individu. Setelah pemberian materi terakhir, masing-masing dari kami diberikan amplop dan kami ditugaskan untuk menamai amplop tersebut kemudian menempelkan sebagai tempat untuk diberikan kata-kata motivasi oleh teman-teman lainnya.

 

Setelah acara tersebut, kami pun istirahat sore hingga makan malam. Tetapi untuk perwakilan dari Jakarta, kami dikumpulkan lebih cepat 45 menit lebih cepat untuk membahas struktur organisasi, sistem management organisasi, tata tertib, program kerja, dan program aksi. Karena daerah Jakarta belum pernah diadakan preworkshop dibandingkan kota lainnya, sehingga pada malam tersebut kami pun mengerjakan dengan dibagi menjadi tiga tim, yang kemudian hasilnya akan dipresentasikan untuk keesokan harinya. Setelah itu, kami pun makan malam dan berangkat ke puncak pas (mesjid Ta’-Awwun) yang rencananya makan jagung bakar, tetapi akhirnya tidak jadi, sehingga kami hanya mengobrol saja dengan yang lain sambil menatapi pemandangan malam dari puncak pas tersebut. sekitar jam 10 malam pun kami pulang ke penginapan.

Rabu, 23 Maret 2011