sehari di lapas anak wanita tangerang

Posted On December 24, 2010

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Pada hari kamis, 16 desember 2010, saya tiba di mercy corps sekitar pukul 10.10 wib hingga pukul 17.00 wib. Ketika saya tiba di mercy, saya bersiap-siap untuk pergi ke Lapas Anak Wanita Tangerang. Dimana anak GCC Leader akan mengadakan penyuluhan mengenai HIV/ADS ke tempat tersebut. anak GCC Leaders tersebut adalah Adel dan Ilsye.

Mereka berdua adalah mahasiswi Jurusan Keperguruan Universitas Pelita Harapan (UPH). Saya dan ka Joan berangkat dengan menggunakan supir dari Mercy. Kami pun menjemput Adel dan Ilsye di UPH. Pada rencana awal yang mengikuti kegiatan ini ada beberapa orang tetapi yang bisa hadir hanya Adel dan Ilsye. Setelah tiba di lapas tersebut, kami menemui ibu-ibu yang ada di lapas dan menitipkan handphone (karena tidak diperbolehkan membawa handphone) serta diberikan tanda pengenal agar tidak terukar dengan anak lapas disana. Kami pun awalnya dipersilahkan duduk di ruangan pegawai kemudian menjelaskan maksud kedatangan kami untuk memberikan penyuluhan.

Sebelumnya, ka joan sudah menghubungi lapas tersebut dan meminta izin. Kemudian kami pun ke ruangan yang sudah dipersiapkan oleh mereka. anak lapas yang dipersiapkan ada sekitar 20 orang. Kemudian, kami pun masuk dan memperkenalkan diri. Kami juga menjelaskan mengenai maksud kedatangan kami. Setelah itupun kami meulainya dengan membagi menjadi dua kelompok, Sehingga seperti FGD. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Mereka pun kemudian diajak berdiskusi oleh Adel dan Ilsye. Yang masing-masing menceritakan apa yang mereka ketahui mengenai HIV/AIDS dan bagaimana penyebarannya. Mereka pun berdiskusi mengenai hal tersebut. mereka share dan menceritakan pengalaman mereka sendiri. Setelah mereka share, kemudian dilanjutkan dengan membuat poster yang menyatakan bahwa mereka peduli akan HIV/AIDS dan tetap membantu mencegah penyebarannya. Mereka antusias dalam pengerjaannya. Mereka sangat senang. Mengenai HIV/AIDS mereka juga mengetahuinya sehingga kami seperti bermain-main. Mereka sangat menikmati hal tersebut. setelah mereka membuat poster dan menjelaskan maksud dari poster tersebut, mereka pun sangat bergembira. Menurut ibu-ibu di lapas, mereka memang butuh hiburan maka dari itu, kami pun disuruh untuk sering-sering kesana. Meraka sangat menerima kedatangan orang lain. sehingga kami pun merasa terhormat untuk melakukan kegiatan disana. Setelah selesai kami pun berfoto-foto dan berpamitan. Kami disana sekitar 1,5 jam karena mereka mempunyai kegiatan lagi. Mereka sangat semangat dan kami pun sempat bercanda dengan mereka.

sangat menyenangkan bisa ke tempat yang tidak semua orang dapat mengunjunginya bahkan tidak sedikit orang menjauhi tempat tersebut bahkan mencemohkan, karena kata “lapas” hampir sama dengan “penjara anak-anak”. persepsi masyarakat pada kata tersebut cenderung negatif, karena banyak orang beranggapan bahwa mereka aalah anak-anak yang nakal. ini seperti mata kuliah yang kuambil di semster 3 di jurusan krimonologi yaitu PAD (pembinaan anak delinkuen), tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu, mereka adalah anak yang baik dengan keinginan yang tinggi untuk belajar. sudah sepantasnya kita tidak memandang seseorang dengan sebelah mata. kita harus menghargai siapapun di dunia ini. mereka mempunyai hak yang sama dengan kita. mari kita hilangkan persepsi negatif dan rangkul mereka kembali di dalam masyarakat. jangan sampai mereka merasa terkucilkan hingga mereka menjadi disfungsi sosial. kita sama dengan mereka🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s