yayasan layak

Posted On November 23, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 10 responses


Yayasan layak

Hari Jumat,  tanggal 19 November 2010, saya dan dari beberapa anak GCC leaders yang terdiri dari Eryan (Dhani), Rizqi, dan Anggun serta Bima (temen SD) dan teman bima lainnya akan survey ke Yayasan Layak untuk penyandang HIV/AIDS yang terletak di Depok. Mereka berencana untuk mewawancara beberapa orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS disana baik berupa karyawan ataupun masyarakat yang sering berkunjung di yayasan tersebut. Wawancara disini hanya tidak dilakukan secara formal yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara tetapi hanya mengobrol dan mendengarkan kisah mereka kenapa dapat terkena penyakit AIDS tersebut, serta harapan untuk masa depan mereka. output yang ingin dilakukan adalah untuk meningkatkan motivasi mereka untuk tetap hidup dan tidak menyerah pada keadaan. Hal ini dilakukan untuk membantu Bima yang sedang menyelesaikan skripsinya yang mengenai peningkatan motivasi kepada ODHA.

Sebelum berangkat kami pun berkumpul di Margo City untuk brifing sebelum pergi ke tempat tersebut. apa saja yang akan dilakukan dan apa saja yang tidak dilakukan disana. Karena mereka baru mendatangi tempat tesebut dan baru pertama kali datang ke yayasan, maka akan diberi pengarahan untuk tidak sembarangan memfoto yayasan tersebut dan orang-orangnya tanpa persetujuan. Karena tidak semua yayasan dapat memperbolehkan untuk mengambil gambar di tempat tersebut.

Kemudian setelah brifing, kami pun pergi ke yayasan tersebut. Setelah tiba disana dan meminta izin untuk  mengobrol dengan orang-orang yang mengidap HIV/AIDS, kami pun mulai untuk mengobrol dengan mereka. Masing-masing mengobol dengan dua orang. Ada yang mengobrol dengan anggota yayasan, dan ada yang mengobrol dengan karyawan yang mengidap AIDS.

Karena masing-masing menangani orang yang berbeda sehingga mereka mempunyai berbagai macam cerita. Saya pun juga mengobrol dengan dua orang, mereka adalah karyawan yang mengidap HIV/AIDS. Mereka berdua bercerita mengenai masa lalu mereka, aktivitas mereka sekarang dan harapan mereka. secara garis besar, mereka terjerat karena waktu kecil (sekitar akhir SD) mulai merokok, SMP mulai minum alkohol, dan akhir SMA mulai menggunakan drugs, dari jenis obat-obatan maupun putaw. Mereka mengaku terkena AIDS ini karena menggunakan jarum suntik secara bergantian yang telah dilakukan beberapa kali. Mereka telah menggunakan drugs lebih dari 10 tahun sehingga ketika menurut mereka obat-obatan dan putaw tidak bereaksi apa-apa maka  mereka menggunakan jarum suntik tersebut. ketika mereka mengetahui terkena HIV/AIDS dan orang tua mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk mereka. maka mereka dikirimkan ke BNN untuk di rehabilitasi. Mereka mengaku untuk mengikuti rehabilitasi di BNN, pada awalnya sulit karena pola kehidupannya berubah, yang biasanya mereka tidak ada kerjaan selain mabuk-mabukkan maka mereka merubahya dengan melakuka kegatan dari pagi hingga malam. Mereka pun diberikan konseling selama di BNN. Salah satu dari karyawan tersebut mengatakan bahwa untuk menghilangkan kecanduan itu mudah tetapi untuk mempertahankan agar tetap tidak mengkonsumsi drugs tersebut yang susah. Di BNN untuk masa rehabilitasi diperlukan selama tiga bulan, dan dilanjutkan dengan kegiatan program disana.


Setelah keluar dari BNN, mereka pun hidup seperti layaknya orang normal lainnya, yaitu bekerja untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, salah satu dari mereka kemudian menjadi karyawan di yayasan layak dan mengajak orang-orang yang pernah di BNN dan terkena HIV/AIDS untuk bekerja disana. Mereka menjadi trainer di yayasan tersebut, mengajak orang-orang yang terkena drugs untuk ke BNN, serta melakukan intervensi kepada setiap pecandu untuk meninggakan drugs. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terjerumus lebih dalam, tetap jika mereka susah maka akan di transfer ke BNN. Biasanya karyawan tersebut dihubungi oleh keluaga dari para pecandu tersebut untuk diminta tolong karena biasanya keluarga dari orang tersebut sudah tidak mengerti apa yang mesti dilakukan lagi. Mereka mengatakan untuk mengintervensi seseorang tersebut akan lebih baik dilakukan oleh para mantan pecandu karena mereka pernah merasakan dan mengerti bagaimana celah-celah untuk membuat mereka berubah dengan menceritakan pengalaman sendiri ketika memakai hingga dapat terlepas dari kecanduan tersebut. ia menyatakan untuk mengurangi peningkatan HIV/AIDS dilkukan dengan cara membagikan kondom pria dan wanita, serta membagikan jarum suntik. Karena presentasi terbesar dari penyebaran HIV/AIDS adalah dengan hubungan seksual dan pergantian jarum suntik.  Dalam hal ini, tentu banyak pro dan kontra, karena hal tersebut juga dapat mendorong orang-orang untuk melakukan hubungan seksual dengan bebas dan tetap menggunakan jarum suntik untuk narkoba. Hal ini sering diperdebatkan, sebenarnya tujuannya baik, tetapi pada kenyataannya dapat jadi disalahartikan. Hal ini pula sampai sekarang belum terjadi kesepakatan, mana yang lebih baik dilakukan.

Karyawan tersebut pun menjelaskan bagaimana menggunakan kondom pada pria dan wanita. Ia pun memperagakannya dengan media bantuan aqua gelas. Hal yang baru diketahui oleh beberapa orang adalah adanya kondom untuk wanita. Sedangkan kondom untuk wanita ini diperuntukkan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan dan telah melahirkan.

Harapan kedepannya, dari salah satu karyawan tersebut adalah mempunyai pacar dan menikah, karena ia beranggapan untuk mendapatkan hal tersebut  bisa dikatakan susah dengan mengingat bahwa dirinya mempunyai penyakit yang berbahaya dan dapat menular sehingga ia agak minder dengan ha tersebut. sedangkan karyawan yang satu lagi karena ia sudah menikah dan mempunyai dua anak, maka ia mendambakan untuk mempunyai anak ketiga. Intinya adalah bahwa harapan untuk masa depan mereka sangat besar tetapi mereka menjadi pesimis ketika harus dihaapkan dengan penyakit yang mereka  derita. Sedangkan untuk harapan secara keseluruhan adalah dengan memperbanyak acara semacam seminar untuk pencegahan terutama kepada remaja agar mereka tidak terjerat untuk kecanduan dan terkena HIV/AIDS.

Setelah mengobrol dengan maka kami pun berpamitan, kemudian ia memberikan beberapa buku panduan mengenai HIV/AIDS dan stiker.

10 Responses to “yayasan layak”

  1. Eryan Ramadhani

    5 thumbs up!!! *jempol satunya pinjem kamu ya Chor…hahaha….

    bagus bagus…aku cuma dapat satu orang…tapi gak papa lah…
    kapan ya ada beginian lagi??
    masih bingung aksinya mau ngapain…😦

  2. chornie

    mw?? ayo,,ayo..ntar kita cari yang lebih seru lagi dari ini?
    menyenangkan kan, dapat membantu orang, apalagi dapat membuat orang-orang bahagia karena kita..🙂
    apalagi dengan hati ikhlas dan senyuman yang membuat orang menjadi tenang ^__________^

    *akan kuberi syndrom kessos ke kalian, hohoo…

  3. rizqi m

    hohohoh lebih keren klo ada poto ku ..hohohoho
    aku juga binun ni mu ngapain.. ke salemba aja yuuuk ahahaa

    • chornie

      kapan mw ke salemba?? boleh..boleh…
      setelah ke salemba ke bandung yoo…^_^

  4. dannaww

    bwahaha…setuju2…kita ceritanya backpacker-an..rutenya Salemba-Bandung…
    ntar judulnya: Backpacker Mencari Cinta….. hahaha…

  5. chornie

    ooww,,ooww,,,boleh tuh, tp bukan bandung lautan cinta yoo…
    *syalallala..

  6. dannaww

    hahaha…bisa juga tuh Chor…

    ntar kita bikin lagu Sepanjang Jalan Kenangan part II (Salemba-Bandung)…kok jadi kayak rute bus ya Salemba-Bandung…hahaha…

  7. chornie

    asyeekk,,
    chorni yg bwt syairnya, ntar dhani yg bwt aransemennya ya..

  8. bima

    hahaha, thx corni for posting this

    and thx to all of you who help me alot😀
    next time ktmu lg yahhh

  9. 2010 in review « chornie's blue

    […] The busiest day of the year was November 23rd with 34 views. The most popular post that day was yayasan layak. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s