Bunga Matahari Bisa Menangkal Radiasi Nuklir

Posted On November 25, 2010

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


 

img
foto: Thinkstock

Jakarta, Manfaat bunga matahari (Helianthus annuus L.) tidak hanya ditemukan pada bijinya yang bisa dibuat kwaci. Seluruh bagian dari tanaman hias berwarna kuning terang ini bisa jadi bahan obat, bahkan bisa menetralisir efek radiasi dari limbah nuklir.

Manfaat ini dibuktikan dalam tragedi kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl tahun 1986. Ketika sebagian besar air di wilayah itu tercemar radioaktif, penanaman bunga matahari di atas rakit mengambang mampu mengurangi dampak radiasi di perairan hingga 95 persen.

Rahasianya adalah struktur akar yang begitu lebat dan kuat sehingga mampu mengekstrak logam-logam berat seperti arsen dan timah. Bahkan unsur radioaktif juga bisa diserap, termasuk uranium dan stronium-90 yang bisa menyebabkan mutasi genetik pada manusia.

Dikutip dari Healthmad, Kamis (25/11/2010), bagian lain dari tanaman bunga matahari yang juga bermanfaat adalah daunnya. Bagian ini mampu meredakan asma dan batuk rejan karena bronkitis, bahkan bisa menyembuhkan luka dan infeksi.

Untuk meredakan batuk dan asma, daun bunga matahari dikeringkan bersama helaian mahkota bunga majemuknya. Daun dan bunga yang sudah kering diseduh air panas, lalu diminum hangat-hangat seperti teh setiap hari hingga gejala mereda.

Sedangkan untuk mengobati luka dan infeksi, daun yang masih segar dilumatkan bersama biji bunga matahari hingga membentuk tapel atau pasta. Tapel itu kemudian digunakan untuk mengompres luka atau borok hingga luka dan pasta sama-sama mengering.

Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah minyak bunga matahari, yang diyakini bisa mengatasi berbagai penyakit kronis termasuk penyakit jantung dan gangguan saraf. Saking populernya, minyak ini banyak dijual dalam bentuk suplemen siap minum.

Selain mengandung minyak tak jenuh rantai tunggal yang baik untuk jantung, minyak ini juga mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan ini berguna untuk perawatan kulit karena bisa melawan efek penuaan seperti keriput dan kulit kusam.

sumber:detik news

memang benar, makhluk ciptaan Allah mempunyai bermacam-macam fungsi yang kita sndiri tidak mengetahuinya. sudah sepantasnya kita menghargai sesama makhluk hidup. selain cantik rupanya manfaatnya juga banyak, tidak heran jika bunga matahari banyak yang menyukainya.. 🙂

Advertisements

yayasan layak

Posted On November 23, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 10 responses


Yayasan layak

Hari Jumat,  tanggal 19 November 2010, saya dan dari beberapa anak GCC leaders yang terdiri dari Eryan (Dhani), Rizqi, dan Anggun serta Bima (temen SD) dan teman bima lainnya akan survey ke Yayasan Layak untuk penyandang HIV/AIDS yang terletak di Depok. Mereka berencana untuk mewawancara beberapa orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS disana baik berupa karyawan ataupun masyarakat yang sering berkunjung di yayasan tersebut. Wawancara disini hanya tidak dilakukan secara formal yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara tetapi hanya mengobrol dan mendengarkan kisah mereka kenapa dapat terkena penyakit AIDS tersebut, serta harapan untuk masa depan mereka. output yang ingin dilakukan adalah untuk meningkatkan motivasi mereka untuk tetap hidup dan tidak menyerah pada keadaan. Hal ini dilakukan untuk membantu Bima yang sedang menyelesaikan skripsinya yang mengenai peningkatan motivasi kepada ODHA.

Sebelum berangkat kami pun berkumpul di Margo City untuk brifing sebelum pergi ke tempat tersebut. apa saja yang akan dilakukan dan apa saja yang tidak dilakukan disana. Karena mereka baru mendatangi tempat tesebut dan baru pertama kali datang ke yayasan, maka akan diberi pengarahan untuk tidak sembarangan memfoto yayasan tersebut dan orang-orangnya tanpa persetujuan. Karena tidak semua yayasan dapat memperbolehkan untuk mengambil gambar di tempat tersebut.

Kemudian setelah brifing, kami pun pergi ke yayasan tersebut. Setelah tiba disana dan meminta izin untuk  mengobrol dengan orang-orang yang mengidap HIV/AIDS, kami pun mulai untuk mengobrol dengan mereka. Masing-masing mengobol dengan dua orang. Ada yang mengobrol dengan anggota yayasan, dan ada yang mengobrol dengan karyawan yang mengidap AIDS.

Karena masing-masing menangani orang yang berbeda sehingga mereka mempunyai berbagai macam cerita. Saya pun juga mengobrol dengan dua orang, mereka adalah karyawan yang mengidap HIV/AIDS. Mereka berdua bercerita mengenai masa lalu mereka, aktivitas mereka sekarang dan harapan mereka. secara garis besar, mereka terjerat karena waktu kecil (sekitar akhir SD) mulai merokok, SMP mulai minum alkohol, dan akhir SMA mulai menggunakan drugs, dari jenis obat-obatan maupun putaw. Mereka mengaku terkena AIDS ini karena menggunakan jarum suntik secara bergantian yang telah dilakukan beberapa kali. Mereka telah menggunakan drugs lebih dari 10 tahun sehingga ketika menurut mereka obat-obatan dan putaw tidak bereaksi apa-apa maka  mereka menggunakan jarum suntik tersebut. ketika mereka mengetahui terkena HIV/AIDS dan orang tua mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk mereka. maka mereka dikirimkan ke BNN untuk di rehabilitasi. Mereka mengaku untuk mengikuti rehabilitasi di BNN, pada awalnya sulit karena pola kehidupannya berubah, yang biasanya mereka tidak ada kerjaan selain mabuk-mabukkan maka mereka merubahya dengan melakuka kegatan dari pagi hingga malam. Mereka pun diberikan konseling selama di BNN. Salah satu dari karyawan tersebut mengatakan bahwa untuk menghilangkan kecanduan itu mudah tetapi untuk mempertahankan agar tetap tidak mengkonsumsi drugs tersebut yang susah. Di BNN untuk masa rehabilitasi diperlukan selama tiga bulan, dan dilanjutkan dengan kegiatan program disana.


Setelah keluar dari BNN, mereka pun hidup seperti layaknya orang normal lainnya, yaitu bekerja untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, salah satu dari mereka kemudian menjadi karyawan di yayasan layak dan mengajak orang-orang yang pernah di BNN dan terkena HIV/AIDS untuk bekerja disana. Mereka menjadi trainer di yayasan tersebut, mengajak orang-orang yang terkena drugs untuk ke BNN, serta melakukan intervensi kepada setiap pecandu untuk meninggakan drugs. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terjerumus lebih dalam, tetap jika mereka susah maka akan di transfer ke BNN. Biasanya karyawan tersebut dihubungi oleh keluaga dari para pecandu tersebut untuk diminta tolong karena biasanya keluarga dari orang tersebut sudah tidak mengerti apa yang mesti dilakukan lagi. Mereka mengatakan untuk mengintervensi seseorang tersebut akan lebih baik dilakukan oleh para mantan pecandu karena mereka pernah merasakan dan mengerti bagaimana celah-celah untuk membuat mereka berubah dengan menceritakan pengalaman sendiri ketika memakai hingga dapat terlepas dari kecanduan tersebut. ia menyatakan untuk mengurangi peningkatan HIV/AIDS dilkukan dengan cara membagikan kondom pria dan wanita, serta membagikan jarum suntik. Karena presentasi terbesar dari penyebaran HIV/AIDS adalah dengan hubungan seksual dan pergantian jarum suntik.  Dalam hal ini, tentu banyak pro dan kontra, karena hal tersebut juga dapat mendorong orang-orang untuk melakukan hubungan seksual dengan bebas dan tetap menggunakan jarum suntik untuk narkoba. Hal ini sering diperdebatkan, sebenarnya tujuannya baik, tetapi pada kenyataannya dapat jadi disalahartikan. Hal ini pula sampai sekarang belum terjadi kesepakatan, mana yang lebih baik dilakukan.

Karyawan tersebut pun menjelaskan bagaimana menggunakan kondom pada pria dan wanita. Ia pun memperagakannya dengan media bantuan aqua gelas. Hal yang baru diketahui oleh beberapa orang adalah adanya kondom untuk wanita. Sedangkan kondom untuk wanita ini diperuntukkan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan dan telah melahirkan.

Harapan kedepannya, dari salah satu karyawan tersebut adalah mempunyai pacar dan menikah, karena ia beranggapan untuk mendapatkan hal tersebut  bisa dikatakan susah dengan mengingat bahwa dirinya mempunyai penyakit yang berbahaya dan dapat menular sehingga ia agak minder dengan ha tersebut. sedangkan karyawan yang satu lagi karena ia sudah menikah dan mempunyai dua anak, maka ia mendambakan untuk mempunyai anak ketiga. Intinya adalah bahwa harapan untuk masa depan mereka sangat besar tetapi mereka menjadi pesimis ketika harus dihaapkan dengan penyakit yang mereka  derita. Sedangkan untuk harapan secara keseluruhan adalah dengan memperbanyak acara semacam seminar untuk pencegahan terutama kepada remaja agar mereka tidak terjerat untuk kecanduan dan terkena HIV/AIDS.

Setelah mengobrol dengan maka kami pun berpamitan, kemudian ia memberikan beberapa buku panduan mengenai HIV/AIDS dan stiker.

MURAL

Posted On November 18, 2010

Filed under friendship, mixed, story

Comments Dropped 2 responses


Pada hari minggu, tanggal 14 November 2010 dari GCC (Global Citizen Corps) Indonesia bekerja sama dengan Program Mercy Corps lainnya yaitu KEBAL (Kedai Balitaku) membuat kegiatan Mural. Mural itu adalah sebuah lukisan / gambar yang ada di tembok-tembok, yang mana ukuran gambarnya gede dan warna-warni. Leaders GCC akan diberikan pensil, cat tembok, kuas baik ukuran besar ataupun kecil kemudian Leaders tersebut akan menggambar, mulai dengan skestsa hingga melukis di tembok. Leaders GCC pun diajari bagaimana melukis dan men-sketsa. Untuk membuat sketsa dilakukan dengan cara contoh gambar yang sudah jadi di proyeksikan ke tembok dengan LCD, yang kemudian Leaders GCC mulai men-sketsa mengikuti gambar tersebut. kemudian gambar yang ada pun di print warna dan leaders GCC yang dapat bagian melukis akan melukis sesuai dengan gambar tersebut. leaders GCC pun juga dapat pengarahan dalam melukis dari orang yang bekerja disana sehingga daam mengerjakan pun tidak asal.

Tempat tersebut itu terletak di suatu rumah yang terletak di Tegal Alur. Kami diberikan kesempatan untuk membuat mural pada empat tembok. Tiga di ruangan depan dan satu di ruangan tengah. Karena ini adalah hal yang baru bagi GCC Leaders, maka anak-anak GCC leaders pun sangat antusias untuk mengerjakan, selain itu mereka pun mendapatkan pengetahuan untuk membuat mural. Acara ini dilaukan selama dua minggu pada sabtu dan minggu tanggal 6-7 November dan 13-14 November 2010. Pada minggu pertama dilakukan sketching dan minggu kedua mulai mengecat.

Tempat tersebut itu terletak di suatu rumah yang terletak di Tegal      Alur. Kami diberikan kesempatan untuk membuat mural pada empat tembok. Tiga di ruangan depan dan satu di ruangan tengah. Karena ini adalah hal yang baru bagi GCC Leaders, maka anak-anak GCC leaders pun sangat antusias untuk mengerjakan, selain itu mereka pun mendapatkan pengetahuan untuk membuat mural. Acara ini dilaukan selama dua minggu pada sabtu dan minggu tanggal 6-7 November dan 13-14 November 2010. Pada minggu pertama dilakukan sketching dan minggu kedua mulai mengecat.

 

 

 

Dalam dua minggu tersebut, saya mengikuti pada hari terakhir tanggal 14 November. Pada hari tersebut, yang dilakukan adalah mengecat dan merapikan hasil cat tersebut. GCC Leaders yang hadir ada 10 orang ditambah saya dan Ka Joan. Pada awalnya kami ingin memulai pada pukul 10.00 tetapi karena telat berangkatnya sehingga baru dimulai sekitar pukul 11.15 wib, yang sebelumnya ade dan empat teman lainnya sudah datang dan mulai mengecat dari jam 10. Bisa dikatakan  dalam hal ini, kami tidak ontime. Ini dikarenakan dari kesepakatan awal untuk berangkat pukul 09.30 wib dari Mercy Corps belum ada yang datang dari anak-anak GCC Leaders. Kemudian, kami baru berangkat sekitar pukul 10.30 wib setelah menunggu anak-anak GCC leaders. Kami pun berangkat dengan menggunakan dua mobil Mercy Corps dan menjemput salah satu anak GCC  di blok M.

 

 

Sesampainya disana, kami pun mulai membagi tugas dan mengerjakan tugas kami. Dari dua belas orang termasuk saya dan ka Joan, membagi tugas pada empat tembok.  Ketika mengerjakan hal yang paling sulit adalah mencari warna yang sesuai dengan apa yang digambar. Karena cat yang disediakan adalah warna primer, yaitu merah, hitam, putih, hijau, biru, dan kuning, sehingga untuk membuat suatu warna dilakukan dengan mencampurkan dengan berbagai warna sesuai yang diinginkan, tetapi tidak jarang jika menjadi salah warna. Ini dapat dilihat dengan berbagai gambar yang ada di tembok. Misalnya saja di bagian “gizi seimbang” untuk mencari warna putih untuk kulit pisang, dan warna apel yang yang mempunyai gradasi hijau-merah-kuning dan itu cukup membuat bingung. Serta ada beberapa warna yang seharusnya beda, tetapi menjadi sama, sehingga harus mengecat kembali. Hal yang sulit adalah merapikan, karena dari GCC Leaders banyak yang baru belajar sehingga ketika mengecat dan menggunakan kuas, melewati batas garis. Selain itu, ada beberapa kesalahan dalam menggambar. Misalnya adalah pada gambar ikan yang tidak sesuai dengan gambardi dalam contoh. Sehingga menjadi merubah bentuk, unntuk meyempurnakan sisik tersebut ditambahkan beberpa “totol” pada ikan, yang dimaksudkan adalah sisik ikan. Begitu pula pada jagung, yang saah memberikan warna, sehingga ditambahkan “totol” kuning pada jagung tersebut agar bentuknya menyerupai jagung. Pekerjaan ini dikerjakan hingga pukul 17 40 wib. Yang diakhiri dengan foto bersama.

hal yang paling dinikmati ketika kami mencicipi agar-agar yang berserat yang benar-benar dibuat alami tidak memakai pemanis buatan ataupun lainnya. menurut ibu-ibu yang membuatnya, itu dibuat dari jus buah (jambu merah dan jeruk) yang kemudian di campur dengan nutri jel yg tidak berasa. sehingga benar-benar rasa buah tersebut. ini bisa diketahui ketika saya hampir memakan biji jeruk dari agar-agar tersebut. begitu pula dengan rasa jambu merah, benar-benar terasa serat dari jambu merah tersebut. hal yang sangat menyenangkan karena dapat mengetahui resep makanan sehat untuk anak-anak yang sangat mudah untuk dibuat.

but so far, it was really good. I really enjoy and thanksfull becoz i’m part of them, learning so much what i’ve got..have many new friends with diffrent culture and background.. so much fun.. can’t wait to do another job..

 

 

 

SST~ Senang-senang terus Kessos UI 07

Posted On November 7, 2010

Filed under friendship, story

Comments Dropped leave a response


SST merupakan acara dari dosen kessos untuk memperkenalkan kepada mahasiswa baru kessos mengenai kessos dan apa yang akan dipelajari, serta skill apa yang harus dikuasai oleh anak kessos itu sendiri.

sebenarnya SST itu adalah Social Skill Training, tetapi anak-anak memberi nama senang-senang terus karena kegiatannya menyenangkan. ini adalah bentuk pengenalan kepada dosen, mata kuliah, gambaran kessos, dan tentu saja untuk menyatukan angkatan. senang sekali rasanya. apalgi tempatnya yang sungguh nyaman.  berasa bukan di jakarta..

aku senang sekali masuk kessos dan bertemu dengan teman-teman yang mengajarkanku banyak hal..

luv U all kessos 07