Menikmati Sebuah Proses Pembentukan

Posted On August 28, 2010

Filed under mixed

Comments Dropped leave a response


Membentuk seseorang untuk menjadi orang hebat memang bukan pekerjaan yang mudah…

karena pembentukan itu bukan untuk merubah fisik seseorang, bukan untuk merubah karakter seseorang atau bukan pula merubah kemampuan seseorang…

Jika memang merubah fisik seseorang layaknya outbond dan training-training, itu senantiasa tidak membutuhkan usaha yang keras…latih saja dengan gaya kepemimpinan militeristik..notabene perubahan itu akan kita rasakan….

Kalo memang ingin merubah karakter seseorang…ini sebetulnya bukan pekerjaan yang sulit walaupun bukan perkerjaan yang mudah juga tentunya…tapi jika ingin merubahnya lakukan saja metode-metode psikologi ataupun metode-metode perenungan yang akan menyadarkan mereka untuk bertingkah sesuai yang seharusnya…dan kalo ingin merubah kemampuan seseorang, maksudnya meningkatkan kemampuan seseorang barangkali…itu pekerjaan yang sangat mudah..sekarang-sekarang ini sudah banyak lembaga-lembaga training yang mumpuni untuk melakukan itu, tanpa adanya lembaga, aku yakin ini juga bukan pekerjaan yang sangat rumit…

Memang proses pembentukan itu mempunyai karakter yang perlu dipahami…yaitu pembentukan adalah proses yang lama tapi pasti…karena semua itu merupakan proses yang berkesinambungan…tidak sesaat, tidak pula momentual..jika kita merasakan sebuah proses yang bersifat momentual, maka hasilnya pun akan momentual saja dimana itu akan terasa untuk tujuan awal yang direncanakan…biasanya untuk masa yang singkat….

Lalu sesungguhnya, pembentukan apa yang dimaksudkan yang mempunyai karakter tersendiri dibandingkan pembentukan-pembentukan yang lain…sesungguhnya titik tekannya bukan pada apa yang akan dirubah melainkan siapa yang akan merubah….fisik, karakter, pola pikir ataupun kemampuan itu akan sangat mudah untuk dibentuk…tapi akan sangat sulit ketika orang-orang yang membentuknya tidak mempunyai orientasi yang diinginkan…

Ketika kita melakukan proses pembinaan ini, sesungguhnya kita bukan hanya mentransfer sebuah skill atau kemampuan-kemampuan semata, tapi sesungguhnya kita juga tanpa sadar melakukan transfer semangat, tauladan dan ruh atau dalam hal ini intisari kehidupan (melangit banget tuh bahasanya)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s