ku melangkah

Posted On June 29, 2010

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


ku melangkah, melangkah dan terus langkahkan kaki

hingga tak sadar ku sedang berlari

tak lihat lagi ke belakang, tak hiraukan lagi sakit & tangis yg terkenang

pandangan ku pada masa yg belum datang

masa yg harus ku siapkan dari sekarang

masa dimana umurku berkurang dan tak lagi mainkan kekonyolan

aku pejuang sejati, tak akan bimbang dan ragukan pikiran hati

karna aku pejuang sejati, segalanya dapat kuputuskan dgn budi pekerti

aku pejuang sejati, tak akan mengeluh dan menyumpah situasi

karna aku pejuang sejati, ku anggap tiap kondisi tak akan sia-sia menyakiti

aku pejuang sejati, tak akan malu bertindak ikuti hati nurani

karna aku pejuang sejati, selalu punya keyakinan hati

aku pejuang sejati, tak pernah takut lantangkan suara

karna aku pejuang sejati, selalu teriakkan apa yg ku yakini

aku pejuang sejati, tak akan kalah sekalipun menyerah

karna aku pejuang sejati, tak akan patah semangath di dalam diri

akupun sampai, sampai di tempat yg kutuju dan impikan

tempat yg ku perjuangkan dengan keyakinan dan kekuatan hati

tempat indah dimana semua kebebasan tlah tertata rapih

tempat yg hanya di huni oleh pejuang sejati

tak ada perintah keras hasilkan tangis orang yg ku sayang

tak ada yg hitam & tak ada yg kelam

itu……. surga ku, dunia kebahagiaan ku yg abadi

Advertisements

malaikat juga tahu – dewi lestari

Posted On June 26, 2010

Filed under lyrics

Comments Dropped 4 responses


malaikat juga tahu – dewi lestari

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya

* kata temanku, ini menceritakan tentang diriku,, heee..

Sun Flower ^^

Posted On June 25, 2010

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


the beautifull flowers which i like.

kenapa ya, suka dengan bunga ini??

hmm,, jika diingat-ingat bunga matahari ini di Aceh termasuk tanaman liar,

ia tumbuh hampir di setiap rumah. waktu itu aku lagi ada di Lhoknga

waktu itu aku berfikir, tanaman liar aja sebagus ini, gimana klo tanaman hias..

hmm,, pasti lebih indah..

perpaduan warnanya pun menarik, kelopaknya berwarna jingga dengan tengahnya coklat

waktu SD, pramuka aku termasuk kelompok matahari, dan aku suka banget lambangnya..

tapi satu hal yang dapat kupelajari dari bunga matahari adalah filosofi yang ada pada dirinya

” kenapa bunga matahari selalu menghadap ke arah matahari?

kenapa ia hanya dapat memandangi matahari saja?

karena ketika bunga matahari tersebut mendekati matahari,

maka ia pun akan terbakar dengan panasnya matahari”

Unconditional Love

Posted On June 12, 2010

Filed under poems

Comments Dropped 2 responses


I wanna Fall into you
And I wanna be everythingYou want Me to
But I’m not sure I know how

It doesn’t matter what I say
‘Cause it always seems You ‘re taking Me the wrong way
But if You could read My mind You’d see
I fight Myself all the time
When I see You, I surrender
Unconditional Love, Love, Love
Unconditional Love

Standing on a wilder shore
I got My head up in the clouds
Oh, I ain’t got no sense of direction now

I wanna lie next to You
And I wanna do everything You want Me to
Sometimes I wish at the sky
I imagine what the clouds look like
When I see You and remember

Unconditional Love, Love, Love
Unconditional Love
When I see You, I surrender
Unconditional Love, Love, Love
When I see You, I surrender
Unconditional Love, Love, Love

i dedicated to my friends with their problems

MAMI, KENAPA MAMI TIDAK KEMBALI LAGI…?

Posted On June 8, 2010

Filed under story

Comments Dropped leave a response


Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya
lumayan tampan namun terlihat agak bodoh.
Sam, suamiku, memberinya nama Eric.
Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang.
Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu.
Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.
Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil.
Saya menamainya Angelica.
Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam.
Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian
anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric.
Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut.
Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga.
Sam selalu menuruti perkataan saya.
Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia.
Eric sudah berumur 4 tahun kala itu.
Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk.
Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur
hidup.
Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica.
Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja.
Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk
membayar hutang.
Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa.
Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi
sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.
Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri
sekolah
perawatan.
Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah
film yang diputar dikepala saya.
Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba
bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya.
Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric.
Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping.
“Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang
telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya.
Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian.
Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari
belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan
saya.
Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric.

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya.
Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah.
Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama.
Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas
baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya.
Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali.
Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua.
Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan
suaranya yang parau.

“Heii.! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan
seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun
yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan
memanggil, ‘Mommy., mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya
makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan
hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan
anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas
ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu.”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu.

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi.? Mommy marah sama Eric, ya?
Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy
tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom.”

Saya menjerit histeris membaca surat itu.
“Bu, tolong katakan. katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan
meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong
katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
meninggal dunia.
Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah.
Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani
masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi
lagi bila melihatnya
ada di dalam sana. Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang
gubuk ini. Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus
bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

dari coretan Rachel…