manajemen Stress

Posted On April 3, 2010

Filed under healthy

Comments Dropped one response


Dalam setiap kehidupan, manusia selalu di hadapkan pada persoalan-persoalan yang membebani pikirannya. Tekanan-tekanan yang diakibatkan oleh masalah tersebut menyebabkan setiap orang tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Tekanan ini bisa saja datang dari lingkungan keluarga, teman, pekerjaan, maupun masyarakat sekitar. Tekanan yang dialami oleh manusia disebut sebagai stress. Stress dibutuhkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ia merupakan kekuatan motivasi yang konstruktif dibelakang kreativitas dan prestasi dibidang bisnis, ilmiah, seni, olahraga, dan berbagai bidang lain.

Secara sederhana stress didefinisikan sebagai respons kebutuhan terhadap berbagai tuntutan lingkungan. Efek stress dapat positif dan negatif. Artinya, bila stress itu membangkitkan motivasi atau gairah untk mencapai suatu keberhasilan maka ia disebut sebagai stress positif atau eustress. Sebaliknya kalau stress itu sangat tidak menyenangkan bahkan destruktif, dialami untuk waktu yang lama dan terasa sangat berat, ini disebut distress.

Ada beberapa jenis stress yang dialami oleh manusia yaitu:
Stress Fisik misalnya: dingin, panas, bising, kemacetan lalu lintas, jalan rusak, dan polusi
Stress Sosial misalnya: Karyawan di PHK,inflasi, keadaan negara yang kacau balau.
Stress Keluarga, misalnya: kehidupan seksual yang tidak pas, kecemburuan yang berlebihan, perubahan gaya hidup.
Stress Kerja, misalnya: komunikasi tidak jalan, kompetisi, mutasi, ketidakjelasan karier, kebingungan peran dalam pekerjaan.
Stress hubungan antar manusia dan lingkungan, misalnya harapan sosial yang tidak sampai, lingkungan yang tidak aman, beda budaya, lingkungan kotor dan tidak sehat.
Stress Psikologis, misalnya frustasi, tekanan, kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, dan konflik.

Reaksi terhadap stress sebenarnya merupakan reaksi berantai berupa perubahan-perubahan didalam tubuh yaitu perubahan-perubahan pada pernafasan (menjadi pendek dan cepat), denyut jantung (makin cepat), tekanan darah (meningkat), dll. Sebenarnya manusia tidak dapat hidup tanpa stress karena stress diperlukan untuk menghidupkan motor manusia, meningkatkan kewaspadaan, memperkuat otot dan memperkecil waktu reaksi. Reaksi yang “baik” terhadap stres ditandai oleh kemampuan menghadapi stres tanpa menjadi sangat emosional. Namun sebaliknya bila stres itu dibiarkan lama dalam tubuh maka makin lama makin berat, dan menimbulkan efek negatif dari stres seperti bentuk prilaku buruk, cepat naik darah, kebiasaan makan, minum, merokok yang buruk dll.

Tanda-tanda Stres

Stres yang dialami oleh setiap individu berbeda-beda, namun selama stres ini dibiarkan berkepanjangan dan makin lama makin kuat, kita tidak akan terganggu olehnya. Oleh karena itu, bagaimana kita dapat mendeteksi tanda-tanda yang dialami oleh seseorang jika mengalami stres?
Tanda-tanda Fisik misalnya perubahan ritme nafas, ketegangan dan ngilu otot, pusing, keringat berlebihan, tangan dan kaki dingin, perubahan nafsu makan, gangguan perut, sakit/nyeri lambung.

Tanda-tanda Mental misalnya sukar berkonsentrasi, banyak membuat kesalahan, lupa, kecendrungan untuk bereaksi berlebihan, dan penilaian yang memburuk,

Tanda-tanda Emosional misalnya, cepat naik darah, mudah tersinggung, gugup, depresi, atau tak maupun bicara ataupun sering menangis.

Tanda-tanda Prilaku misalnya, tak dapat tidur, kebiasaan makan dan minum yang berubah, malas, tidak teliti, dan perubahan dalam hubungan seksual.
Hubungan antara stres,kepribadian, dan penyakit.

Stres berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai penyakit fisik serta gangguan psikologis seperti depresi. Berdasarkan penelitian bahwa telah terbukti stres memiliki hubungan dengan penyakit-penyakit tertentu. Selain tiu juga, di temukan bahwa situasi dianggap mengandung stres atau tidak sangat tergantung pada masing-masing orang. Dengan 2 asumsi ini dapat dipertanyakan apakah ada tipe kepribadian tertentu yang lebih rentan terhadap stres.

Friedman dan Rosenman (1974) mengadakan riset tentang kepribadian tipe A dan tipe B dan menemukan hubungan diantara tipe kepribadian dengan penyakit jatung korener. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan tipe A yang ditandai oleh perilaku keterikatan waktu, persaingan, tidak sabar, ambisius, ini ternyata mudah mengalami stres dan berpeluang lebih besar untuk mengidap penyakit tertentu termasuk penyakit jantung koroner.
Sebaliknya tipe B memiliki ciri-ciri perilaku yang cenderung santai, tidak terbelenggu waktu, lebih sabar, mereka tidak rentan terhadap stres dan penyakit-penyakit diatas termasuk jantung koroner.

Cara-cara Mengelola Stres

a. Menyadari apa yang menyebabkan kita stres merupakan usaha awal yang terbaik
b. Menganalisa dan menanggulagi stress
c. Olahraga
d. Makanan yang sehat
e. Relaksasi dan Meditasi
f. Berusaha untuk istirahat sejenak dikala bekerja
g. Memperkuat keyakinan kepada Yang Maha Kuasa

One Response to “manajemen Stress”

  1. 2010 in review « chornie's blue

    […] manajemen Stress April 2010 LikeBe the first to like this post. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s