* Terbitnya Sebuah Fajar Pengharapan *

Posted On July 30, 2009

Filed under mixed

Comments Dropped leave a response


Masa depan adalah sebuah impian,

hari esok merupakan suatu permulaan baru.
Meskipun senantiasa masih mengandung misteri dan seribu tanda tanya,

namun
ada satu hal yang pasti.

Hari esok selalu ditandai dengan terbitnya fajar
pagi.

Selagi masih dapat disebut hari esok,

itu berarti masih tersedia kesempatan
bagi kita untuk memulai sebuah awal yang baru.

Suatu langkah yang harus
lebih baik dari hari kemarin.

Memulai momen awal selalu menimbulkan
kegairahan tersendiri.

Ada tantangan baru dan harapan yang terbersit dalam
hati sanubari memenuhi ruang angan-angan kita.

Advertisements

FOR YOU AND FOR ME

Posted On July 17, 2009

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


assalam…

Musuh utama manusia adalah dirinya sendiri

Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan

Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu

Kesedihan terutama manusia adalah iri hati

Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya sendiri dan orang lain

Kehancuran terbesar manusia adalah keputusasaan

Kecurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak punya sifat kebijaksanaan

Sifat manusia yang terkasih adalah rendah hati

sifat manusia yang paling diuji adalah semangatnya dan keuletannya

hadiah terutama manusia adalah sifat lapang dada dan mau memaafkan

ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah berbuat baik terhadap orang lain

segala pekerjaan mudah dilakukan kecuali satu hal….

Memahami orang lain dan menerima keberadaannya tanpa mempersoalkan “kekurangannya”

Kulihat saudaraku dengan mikroskop kritik dan kubilang sungguh jahat saudaraku itu, kulihat lagi ia dengan teleskop hina dan kubilang betapa kecilnya ia, kemudian kupandang ia dengan cermin kebenaran, alangkah miripnya ia denganku

The best and the most beautiful things in this world, cannot be seen…nor touched, but are felt in the bottom of our heart

Memelihara dendam karena orang lain menyakiti hati kita adalah menelan racun seperti berharap orang lain yang akan mati

UKHUWAH

Posted On July 17, 2009

Filed under mixed, poems

Comments Dropped leave a response


untuk kalian saudara-ku yg ku cinta karena Allah…..

mungkin kebahagian ini akan berakhir seiring dengan waktu yg akan kita tempuhi, dan mungkin di depan sana akan ada sebuah tangis dan air mata karena perpisahan.. Tapi saudara-ku, semoga Cinta dan Kasih Sayang yg terjalin saat ini dapat terpelihara selamanya hingga akhir masa dan bahkan sampai pertemuan kita di SurgaNya….

Banyak makna dan hikmah dari persaudaraan kita, banyak suka maupun duka yg telah terjalin dan terpatri di hati-hati kita…. smua adalah nikmat dan karunia Allah karena CintaNya kita dapat bertemu, bercengkrama, bersendagurau, dan bahkan menangis bersama, tertawa lepas bersama…

Entah mengapa …. jika kau dapat menikmati kebahagian ini dan merasakan smua manisnya Ukhwah ini, kapan pun dan dimana pun kau berada pasti akan menangis dan merindu …….

salam Cinta karena Allah

seputih melati

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped 3 responses


SEPUTIH MELATI

melati1-300x277

Melati tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna dibalik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain untuk berbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih. Kemanapun dan dimanapun ditemukan, melati selalu putih. Putih, bersih, indah berseri di taman yang asri.

Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ianya tetap putih berseri. Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Kekanan ia ikut, ke kiri iapun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena kemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya.

Pada hujan ia menangis, agar tak terlihat matanya meneteskan air diantara ribuan air yang menghujani tubuhnya. Agar siapapun tak pernah melihatnya bersedih, karena saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes. Sesungguhnya, ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang, karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya. Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya, untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran. Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya. Tetapi, pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yang sejuk.

Pada tangkai ia bersandar, agar tetap meneguhkan kedudukannya, memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya, menserikan alam. Agar kelak, apapun cobaan yang datang, ia dengan sabar dan suka cita merasai, bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta. Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayang tanpa cobaan?

Pada dedaunan ia berkaca, semoga tak merubah warna hijaunya. Karena dengan hijau daun itu, ia tetap sadar sebagai melati harus tetap berwarna putih. Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu, kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali membuatnya tak lagi putih?

Pada bunga lain ia bersahabat. Bersama bahu membahu menserikan alam, tak ada persaingan, tak ada perlombaan menjadi yang tercantik, karena masing-masing memahami tugas dan peranannya. Tak pernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya. Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning, karena ia tahu semua fungsinya sebagai putih.

Pada matahari ia memohon, tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya malam. Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnya yang memecah kebekuan, seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi. Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah, pertanda melati siap mengarungi hidup, setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.

Pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya. Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya, melati tak pernah terlupakan untuk disertakan. Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya, ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru, agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih. Yang tetap berseri disemua suasana alam.

Pada unggas ia berteriak, terombang-ambing menghindari paruhnya agar tak segera pupus. Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak keindahannya, yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di putihnya.

Dan pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta, agar dibimbing dan dilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya. Agar dalam berperan menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya, tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai melati, seputih melati. Dan orang memandangnya juga seperti melati.

Dan kepada melatiku, tetaplah menjadi melati di tamanku. Karena, aku akan menjadi angin, menjadi hujan, menjadi tangkai, menjadi matahari, menjadi daun dan alam semesta. Tetapi takkan pernah menjadi debu atau unggas yang hanya akan merusak keindahannya, lalu meninggalkan melati begitu saja.

Pohon Bambu (Bambusa sp)

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped one response


Pohon Bambu (Bambusa sp)

bamboo

pohon bambu merupakan pohon yang kuat, ia tetap bertahan ketika hujan dan badai menyerang
ia juga tidak mengeluh kepada langit yang memberinya hujan dan badai
ia harus tetap bertahan terhadap cobaan yang ia hadapi saat ini maupun di masa yang akan datang

ia mempunya akar yang kokoh sehingga ia tidak gampang rubuh ketika angin membawanya ke kanan-ke kiri, ia tetap masih di tempat ia berpijak,,

seiring dengan waktu, ia tetap tumbuh dan tumbuh, semakin tinggi dan semakin besar batangnya, semakin kuat pula ia menghadapi rintangan yang semakin besar dari tahun ke tahun

walau ia mempunyai akar yang kuat, ia tetap tidak sendiri,
ia bersama bambu-bambu lain mengokohkan satu sama lain, semakin erat, semakin padat, semakin sulit di tembus
mereka bahu-membahu agar tidak cepat rubuh,,

berbeda dengan pohon jati (Tectona grandis),,
ia kuat, besar, megah, tapi ia hanya sendiri
tidak heran jika ia akan tumbang terkena badai
karena pertahanannya hanya ada pada dirinya sendiri,
tidak ada yang membantu disampingnya,,

ibrah yang dapat diambil dari pohon bambu itu tentang prinsip dan ketegaran dalam menanggapi segala sesuatu yang datang kepada kita. Baik itu yang angin sedih atau angin bahagia. jika kesedihan itu datang maka ada penguat ruhaninya yaitu sabar namun jika angin kebahagiaan itu datang maka penguat ruhaninya yaitu syukur. kebersamaan dapat menjadi satu kekuatan yang kokoh dan kepercayaan menjadi hal yang mahal (sulit) untuk dipraktikkan,,

lalu bagaimana dengan diri kita pribadi?
apakah kita sudah mempunyainya?

Semoga renungan ini dapat mengingatkanku untuk tetap tegar.

dedaunan

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


daun

Beberapa insan menganggap hidupnya penuh keindahan, tak jarang yang
menganggap hidupnya penuh kesulitan. Karna setiap cerita dari keseharian
mereka berbeda, setiap pesan yang dibawakan tak pernah sama. Hanya satu
yang sama dan menjadi media satu – satunya, kehidupan. Menyenangkan dan
sungguh menyenangkan ketika kehidupan kiranya menjadi sangat membahagiakan. Tentunya harapan manusia kehidupan itu tak akan pernah berakhir, tak akan pernah berubah dan ia tinggalkan. Semestinya insan bersyukur ketika mendapati hidupnya penuh kemudahan dan kebahagiaan seperti kutuliskan.

Namun juga tak sedikit yang mengeluhkan hidupnya penuh kesulitan. Mereka yang mengutuk hidup ini kejam, tidak adil, dan menyengsarakan, bahkan mengasumsikan bahwa Allah telah pilih kasih terhadap hamba-Nya. Bukan perubahan yang kan membawa mereka pada kehidupan lebih baik dari sebelumnya ketika itu dilakukan, melainkan dosa yang mereka pasti dapatkan. Itu awam. Itu, tak perlu berpendidikan demi mengetahuinya. Karna mengeluhkan kehidupan sama halnya dengan mengutuk dan mengkritik apa yang Allah berikan.

Terkadang, aku berada pada kedua perilaku diatas. Dalam masa waktu tertentu aku merasa bahagia ketika tau dan sadar bahwa banyak teman, kerabat serta keluarga yang sayang dan siap membantu ketika persoalan kian menyempitkan. Ketika itu aku merasa bahagia dan berkata, “hidup sebenarnya indah, jika aku bisa melihat dari sisi yang positif dan menyenangkan”.

Dalam masa waktu yang berlainan aku merasa hidup begitu penuh dengan kesulitan. “Life is so heavy”, ucapku ketika dihadapkan pada persoalan yang mewarnai dan mengisi keseharian. Banyak hal yang membuat ucapan itu kian terucap. Merasa ditinggalkan, diakhirkan, dan dinantikan. Entah itu sebuah keluhan atau sekedar asumsi instant terhadap situasi yang dialami. Pada akhirnya, aku hanya merasa tidak enak dan malu di hati sudah mengatakannya.

Aku mengingat masih dapat makan ketika yang lain kelaparan. Aku masih tidur diatas kasur busa ketika lainnya tidur beralaskan kertas koran. Aku masih melihat ada kebaikan diantara perbedaan keadaan. Aku menjadi aku sepenuhnya ketika melewati satu demi satu rintangan berkedok tantangan.

Maka tahulah dan tahu bagaimana aku harus menyikapinya. Betapa apa yang kulakukan tak akan pernah sempurna dan diridhoi oleh-Nya jika ada saja yang kukutuk serta hinakan.

Suatu sore aku duduk, termenung sendiri menatap luasnya langit yang kian hilang birunya. Matahari tak lagi terlihat dan segera turun digantikan bulan. Angin begitu tenang dan pelan bertiup membuat dedaunan yang kulihat bergoyang. Ternyata dedaunan itu begitu indah, ternyata dedauanan itu begitu menenangkan. Ia hanya diam, lalu bergoyang mengikuti arah angin meniupnya. Lalu ia kembali pada posisinya semula. Dalam diam ia membuat sekitarku begitu indah dan menyehatkan pandangan mata. Ia adalah salah satu mahluk yang memegang perkataan bahwa “diam adalah emas”. Betapa membuatku ingin sepertinya. Ia diam pun tetap begitu banyak yang menyukainya. Ia diam pun udara disekitarnya menjadi sejuk karnanya. Ia diam pun jutaan manusia suka dan merawatnya hingga ratusan tahun. Ia diam pun hijau khlorofilnya membuat keindahan pada sekitarnya. Ia diam pun menjadi rumah teduh bagi serangga – serangga dan jutaan semut lainnya. Jadilah ia mahluk yang kaya akan guna. Jadilah diamnya rasa nyaman untuk sekitarnya. Maka sore itu aku belajar sesuatu dari dedaunan. Maka sore itu aku mengucap syukur Ia menciptakan dedaunan beserta fungsi dan keindahannya.

embun

jangan bersedih dan semangat,,,^^

Posted On July 17, 2009

Filed under poems

Comments Dropped leave a response


Saudaraku ….
Hapuslah air matamu
Hadapi hidup ini dengan tabah
Serahkan semua urusan kepadaNya

Saudaraku ….
Di saat duka melanda jiwa dan menguras air mata
Cobalah lihat di sana ….
Di gubuk-gubuk liar
Di kolong kolong jembatan
Di rumah-rumah kumuh

Saudaraku ….
Hapuslah air matamu
Tabahkanlah hatimu
Cobalah lihat di sana ….
Seorang ibu sendirian karena suaminya meninggal dunia
Seorang anak yatim kehilangan ayahnya karena musibah yang melanda
Seorang  istri yang ditinggal suami karena perang

Saudaraku ….
Senyumlah ….
Mari kita mencari ridhoNya
Mari kita raih hidup bahagia dengan doa dan usaha
Mari kita berjuang dengan bekal iman di dada
Mari kita tantang matahari dengan tekad membaja
Mari kita hadapi hidup
Seperti semut hitam di malam gelap gulita
Mencari makan untuk anak-anaknya
Marilah …. saudariku
Hapuslah air matamu ….
Senyumlah …. !

Saudaraku ….
Jangan bersedih
Hapuslah air matamu ….
Mari bersyukur kepadaNya
Karena kau dijauhi dari kejadian yang mereka alami
Mari kita bersujud atas karuniaNya
Rezeki yang berkah
Kematangan jiwa yang semakin mantap
Keteguhan iman yang semakin kuat
Sabar dan syukur yang mengikat

Saudaraku ….
Senyumlah ….
Di balik senyummu ada karuniaNya
Di balik senyummu ada bahagia
Di balik senyummu ada sedekah
Di balik senyummu ada keikhlasan
Di balik senyummu ada istana kerinduan

Saudaraku ….
Apa yang ada padamu sekarang ini
Adalah karunia Allah
Yang tidak semua orang menerimanya
Yang tidak semua orang merasakannya
Yang tidak semua orang mendapatkannya
Yang tidak semua orang memilikinya
Yang tidak semua orang  mampu menggapainya

Saudaraku ….
Jikapun ada kekurangan yang kau terima
Atau merasa ada yang belum tercapai
Atau merasa hidup begitu membosankan
Atau merasa orang lain lebih darimu dari harta, kedudukan atau pendidikan
Dan semua itu menjadi hatimu sedih

Coba lihat ….
Orang yang ada di bawahmu
Orang yang tidak berpendidikan
Orang yang mencari sesuap nasipun susah
Orang yang berumah beratap langit
Orang yang berjalan tanpa alas kaki
Orang yang kemana-mana hanya berjalan kaki
Dan banyak lagi orang yang dari berbagai segi
Sangat kekurangan …!

Bukan untuk menangisinya
Bukan untuk menghinanya
Bukan untuk mentertawakannya
Tapi menjadi bahan pembelajaran
Untuk menatap hidup agar lebih baik dari kemarin
Untuk bersyukur kepadaNya bila memdapat karunia
Dan bersabar bila mendapat cobaan !

Saudaraku ….
Tersenyumlah ….
Doaku menyertaimu … !

loonygrp

the butterfly and the flower

Posted On July 17, 2009

Filed under flowers

Comments Dropped leave a response


Once there was a man who asked Allah for a flower and a butterfly

But instead Allah gave him a cactus

And a caterpillar

The man was sad, he didn’t understand why his request was mistaken

Then he thought :

Oh, well Allah has too many people to care for,,,

And decided not to question

After sometime, the man went to check up on his request that he had left forgotten

To his surprise, from the thorny and ugly cactus a beautiful flower had grown

And the unsightly caterpillar had been transformed

Into the most beautiful butterfly

Allah ALWAYS does things right

His way is always the best way

Even if to us it seems all wrong

If you asked Allah for one thing and received another, TRUST

You can be sure that he will always give you what you need at

At the appropriate time

What you want,,,

Is not always what you need!!!

Allah never fails to grant our petitions so keep on going

For him without doubting or murmuring

Today is THORN,,,

,,, Is tomorrow’s FLOWER!!

Allah gives the very best to those who leave the choices up to him!!