Feeds:
Posts
Comments

sharing dari Novan Santoso (member LBR)

1. Tipe pengkritik
Teman dengan tipe jenis ini akan selalu mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan. Tanpa diminta pun, ia akan selalu mengkritik kita bila melakukan sesuatu hal yang menyimpang. Tipe ini sangat baik untuk mengingatkan kita pada jalan yang benar, meskipun terkadang menyakitkan mendengar kritiknya yang agak pedas.

2. Tipe pendukung
Anda yang memiliki teman seperti ini sangat beruntung, karena teman tipe ini akan selalu mendukung apa yang Anda lakukan dan ikut bahagia dengan kesuksesan Anda. Anda akan selalu merasa semangat dan termotivasi bila berada dekat-dekat dengannya.

3. Tipe penggembira
Mungkin tipe seperti ini yang lebih banyak disukai. Teman dengan tipe penggembira akan selalu membuat Anda ceria kembali di saat sedih dan berduka. rasanya tidak lengkap jika berkumpul tapi tidak ada teman Anda yang satu ini. Di saat Anda frustasi dan depresi, teman tipe inilah yang lebih banyak membuat Anda tertawa.

4. Tipe pembimbing
Anda akan merasa lebih bahagia ketika memiliki teman tipe ini. Berada di sekitarnya akan membuat Anda merasa tenang dan damai. Ia pun akan selalu memberi masukan dan nasihat yang berguna dikala Anda membutuhkannya. Rasanya hidup Anda menjadi terarah karena ada teman yang memberi masukan penting untuk hidup Anda.

LEARNING BY READING,,,COME ON!!

Goresan Simfoni Lukisan

Agar manusia bisa berjalan diawali dengan merangkak
Agar manusia bisa mengelilingi dunia diperlukan sebuah langkah pertama
Lukisan dimulai dengan goresan warna yang sederhana
Simfoni dimulai dengan sebuah nada yang biasa
Puisi diawali dengan sebuah huruf yang normal
Bangunan diawali dengan peletakan batu pertama yang kecil
dan penyebab orang berhasil bukan karena takdir, tapi adalah hasil kombinasi dari Doa,Impian,Kesungguhan dalam berusaha ,dan Rasa syukur kita terhadap apa yang telah di berikan Maha Kuasa.
Kita baru memulai goresan awal pada lukisan terindah milik kita
Kita baru membunyikan nada pertama dalam simfoni tersyahdu milik kita
Kita baru menulis huruf pertama dalam puisi yang akan terkenang selamanya
Kita baru menaruh batu pertama yang akan membangun gedung termegah & terkokoh hingga akhir masa
Jangan berhenti berjuang !!!!!!!!!!!!!

Background of Sunflowers

A FEW SUNFLOWER FACTS

do you know about sunflowers? are you like it?

if you like it, you should know about sunflowers,,,

Did you ever wonder how Sunflowers got their scientific name Helianthus? It comes from two words, Helios meaning sun, and Anthos, meaning flower. The sunflower “often” follows the sun, and this characteristic is how got its name.

The Sunflower is a good bee plant, ours have been covered in bees this summer.

In many parts of Europe sunflowers have provided/and still provide leaves for smoking, flower buds for salads, flowers for dyes, and oil for cooking.

I read somewhere that there are 67 species of sunflowers, growing in the various countries of the world, but I have a feeling…that the number is way higher now :-)

The sunflower is not one flower, but a cluster of more then 2000 tiny flowers growing together…go and have a closer look next time you come face to face with one.

A sunflower’s head can grow to be as big as 2 feet across and the plant itself can be as tall as 18 feet. Well this year our tallest one got to over 10 feet tall, so maybe next year they will be taller :-)

The tallest sunflower grown on record was 25 feet tall and was grown in the Netherlands. Well I wonder if this record has been beaten yet?

The largest sunflower head on record measured 32 1/2 inches across its widest point and was grown in Canada. Again, I wonder if this year this record has been beaten.

The shortest mature sunflower on record was just over 2 inches tall and was grown in Oregon using the Bonsai technique. Wow that is tiny, we grew some short ones this year, but they were still taller than we thought when fully grown.

The sunflower is the state flower of Kansas.

The sunflower is the national flower of Russia.

The French word for Sunflower is tournesol, or literally “turn with the sun”.
and In Spain and Italy: Girasol
and In Germany: Sonnenblume

Flower Meaning -
Dwarf Sunflower: Adoration
Tall Sunflower: False Riches

This is a story about 4 people named:

EVERYBODY, SOMEBODY, ANYBODY, and NOBODY.

There was an important job to be done and

EVERYBODY was sure that SOMEBODY would do it.

ANYBODY could have don’t it, but NOBODY did it.

SOMEBODY got angry about it because

it was EVERYBODY’s job.

EVERBODY thought ANYBODY could do it.

But NOBODY realized that EVERYBODY would’t do it.

It ended up that EVERYBODY blamed SOMEBODY

when NOBODY did what ANYBODY could done.

pemimpin????

dalam suatu lembaga terdapat seorang pemimpn,,,
banyak orang yang bingung memilih dari yang terbaik
setelah di telusuri terdapatlah 3 orang dengan berbeda karakter
pertama, seorang ikhwah yang dalam kesehariannya bisa dikatakan subhanallah
kedua, dia adalah ikhwah yang biasa saja, ilmunya tidak terlalu WAH, tetapi juga tidak dibawah,,
ketiga, dia diantara yang lain, bisa dikatakan tidak terlalu baik, tapi cukup hanif dalam memahami sesuatu

dari ketiga orang tersebut, mempunyai tingkatan yang berbeda
jika dipilih orang yang pertama, maka ia dipilih karena ia dapat mengarahkan orang-orang sekaligus dengan dua orang temannya, karena ia lebih mengetahui dibandingkan kedua temannya tersebut

bila yang kedua, dia termasuk orang yang mendapatkan pengarahan dan nasihat dari orang yang pertama, tetapi juga dapat menjadi teladan bagi orang yang ketiga

sedangkan, orang yang ketiga ketika ia dipilih, ia dapat menjalankan amanahnya, dan dapat diarahkan sehngga orang tersebut tidak keras kepala dalam mengambil keputusan,,
dan dua orang lainnya dapat menjadi orang yang kan selalu menemaninya dalam membuat keputusan

dari ketiga hal diatas, merupakan beberapa kareakter pemimpin,,,

matahari-hujan

love the rainsunsuara tangisan terdengar

cari-cari dan cari, tapi tak terlihat

sayup-sayup suara makin terasa

kenapa engkau menangis? tanya sang hujan

aku hanya ingin menangis, ungkapnya dengan nada gemetar

jika kau menangis kenapa kau menangis ketika aku turun?

bukankah tidak kan ada yang tahu? tanya sang hujan

karena kau memberikan aku kedamaian, kau memberikanku kesejukan

lalu datanglah matahari

apakah aku tidak mampu memberikanku kedamaian? tanya sang matahari

tidak, kau memberikan aku kehangatan dengan cahayamu

aku mendapatkan kekuatan darimu

tersenyumlah sang matahari

lalu kenapa engkau menangis jika kami memberikan kedamaian dan kehangatan? tanya sang matahari

aku hanya ingin menangis saja, ungkapnya sambil tersenyum

aku menangis karena aku sadar bahwa aku tidak sendiri

aku masih punya kalian wahai matahari dan hujan

kalian ada untuk menemaniku, menemani semuanya

tapi aku tahu bahwa tidak semua menyadari kehadiran kalian bahkan akan melupakan kalian ketika kesibukan itu datang

kalian membuat ketentraman jiwa ketika hati ini dirundung masalah

aku belajar dari kalian bahwa aku tidak sendiri di dunia ini

aku masih punya kalian

aku punya  kalian yang menyayangiku

Bimbang

sedang mengalami kebimbangan,,,
bingung harus memilih,,,
jika waktunya tiba,
aku takut memilih, apa yang harus kupilih?
aku, kamu, dia, kami, mereka,, apa kata mereka semua?
aku takut salah pilih.
tapi apa mw dikata?
kamu tidak lebih baik dari mereka. mana yang harus kuutamakan?
ukhuwah atau kesetiaan?
dapatkah kamu menjawabnya?
tidak, kalian tidak bisa mengatakannya,,
kalian pun akan bimbang seperti aku

part of nature…

To see a part of nature
is to see a part of ourselves,,

To understand a part of nature
is to understand a part of ourselves,,

To love a part of nature
is to love a part of ourselves,,

To share a part of nature
is to share a part of ourselves,,

To help a part of nature
is to help a part of ourselves

belajar edelweiss,,,

Bunganya putih berseri, sedap elok di pandang mata, bergumul menjadi satu, tanda persahabatan di antaranya. Semampai indah wujudnya, ternyata menyimpan begitu banyak hikmah untuk kita, untuk makhluk yang Allah ciptakan sebagai penjaga alam semesta. Karena itu, mari kita belajar dari Edelweis…

Edelweis, sebuah bunga yang di sebut-sebut sebagai bunga abadi, ternyata Allah meyimpan banyak hikmah untuk manusia di dalamnya.

Edelweiss, putih kecil, tak terlalu harum, namun tak mengurangi kecantikannya. Setiap bunganya yang gugur dan jatuh menyentuh tanah, dengan izin Allah, bunga tersebut akan tumbuh kembali menjadi satu pohon Edelweiss yang baru. Selain itu, bunga ini ketika dikeringkan, tahannya lebih lama dibandingkan dengan bunga yang lain. Keunikannya ini yang menjadikannya mendapat julukan ‘The Immortal Flower’ atau ‘Bunga Abadi’.

Bunga ini mampu hidup dengan suhu di bawah 18 derajat celcius. Dengan suhu serendah itu, banyak orang menggigil tak karuan, berusaha mencari tempat paling hangat untuk beristirahat, atau bahkan, secara tidak sengaja seseorang berkeluh kesah dengan mengatakan “sialan! Dingin banget si di sini!!”. Namun tidak si kecil Edelweiss, tetap mensyukuri nikmat Sang Pencipta di tempat ia tumbuh.

Dia tetap tumbuh dengan terus menebar keindahan tak peduli apapun keadaan di sekitarnya, dinginkah, panaskah, dia tetap memiliki keyakinan kepada Allah, bahwa keadaan di sekitarnya itu tak menjadikan dirinya takluk, karena dia memiliki sandaran yang kuat, dia memiliki Tuhan yang Maha Besar, Allah swt Seperti itulah seharusnya manusia! Menjadi manusia yang selalu yakin akan Allah, Tuhan-nya.

Edelweiss mengajarkan kita untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan. Gugurnya sehelai Edelweiss, mampu menghasilkan puluhan bunga yang sama atau bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya. Begitulah seharusnya kita manusia dalam menghadapi keterpurukan di dalam hidup kita.

Berapa kalipun kita gagal, jangan pernah anggap itu sebagai kegagalan, jadikan itu sebuah penemuan, penemuan ‘cara yang salah’. Karena seorang penemu tak pernah langsung berhasil dalam percobaannya, mereka juga pernah gagal, tapi mereka menganggap kegagalan mereka adalah penemuan ‘cara yang salah’, bukan penemuan ‘kegagalan’. Dan kita harus meyakini, bahwa kita akan dan pasti, menemukan suatu ‘cara yang benar’ untuk menghadapi permasalahan yang Allah ujikan.

kita sering berada di bawah roda kehidupan, ketika kondisi kita seperti itu, sungguh indah jika kita menjadi seperti Edelweiss yang gugur, dia bisa tumbuh kembali menjadi bunga, mengapa kita manusia yang ‘gugur’ dalam ujian-Nya, tak mampu bangkit kembali menjadi manusia yang memiliki ‘bunga’ yang indah?

Seandainya kita memiliki kelebihan yang Allah berikan, maka yakinlah, ada kekurangan dalam diri kita. Jangan pernah sombongkan kelebihan itu di hadapan orang lain. Jadilah seperti Edelweiss, dia memiliki keindahan dengan keabadiannya, namun dia memiliki kekurangan, yaitu harumnya tak semerbak seperti bunga yang lainnya. Bunga se-indah Edelweiss pun memiliki kekurangan, maka, manusia se-‘indah’ apapun, pasti memiliki kekurangan, karena itu, jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki saat ini.

Banyak anak yang tamak dengan ilmu yang dia miliki, sampai-sampai tanpa sadar menyakiti perasaan temannya dengan kesombongan yang dia lakuan, entah sengaja atau tidak. Banyak juga anak muda, yang sombong dengan hartanya, di pamerkan ke segala penjuru, agar teman-temannya mengetahui bahwa dia anak yang berkecukupan, atau bahkan kelebihan harta. Ingatlah teman, semua itu akan sirna seiring berjalannya waktu. Ingatlah teman, aku dan kalian memiliki ‘borok’ yang hanya Allah saja yang tahu. Ingatlah selalu teman, aku dan kamu di ciptakan seideal mungkin, seimbang antara kelebihan dan kekurangan.

Terkadang aku berfikir, jangan-jangan apa yang aku anggap dalam diriku ini suatu kelebihan, ternyata itu adalah kelemahan besar di mata Allah. Pernahkah kalian fikirkan itu?.

Namun sekarang, yang aku fikirkan adalah jangan pernah merasa malu dengan kekurangan yang kita punya, sekali lagi jadilah seperti Edelweiss, dia menjadikan kelebihannya untuk menjadi sebuah pemandangan yang indah, kembali sejuk hatinya, dan tersenyum kembali wajahnya.

Jadikan kelebihan kita untuk membuat orang lain tersenyum, bukan membuat orang lain merasa sakit hati, atau kecewa.

Ketika kita berada di atas roda kehidupan,, ingatlah Edelweiss, dia akan gugur setelah berkembangnya, dia pernah berada di atas, dan juga pernah berada di bawah. ingatlah, tak selamanya kita berada di atas, karena pasti kita akan mengalami berada di bawah. Tak selamanya kita menang. Pasti ada kalanya kita mengalami keterpurukan. ketika kita berada dalam keterpurukan,ingat kalimat ini, takkan pernah ada kebangkitan, kalau tidak ada keterpurukan.

Wallahu’alam…edelweiss

derita pohon

aku ibarat sebuah pohon

pohon yang terbentang

cabangku banyak

aku indah

banyak sekali bunga di badanku

aku senang

buahku selalu bagus

buahku selalu diambil

buahku manis

daunku rindang

membuat kenyamanan

memberikan oksigen

aku senang membantu orang

aku tinggi

tinggi

dan tambah tinggi

cabangku banyak

lebar dan lebar

anak-anak sering main di dahanku

tapi, uughh,,

kenapa badanku sakit?

perih…

ada apa ini??

daunku berguguran

buahku sudah tak manis

batangku mulai rapuh

kenapa aku ini?

panas,,,

tidak seperti biasanya

apakah matahari begitu teriknya

oohh tidak,,,

dahanku patah

buahku banyak ulat

kenapa aku ini??

sakit,,,

aku tidak seindah dulu lagi,,

tolong aku,,,

aku tidak mau seperti ini lagi

Older Posts »