Launching KOMPAK di Hotel IBIS-Capacity Building-Radio RPM
Launching KOMPAK di Hotel IBIS-Capacity Building-Radio RPM
Pada tanggal 26 Mei 2011, KOMPAK mulai di resmikan di Hotel IBIS. Acara ini dihadiri dari berbagai pihak diantaranya adalah dari kementrian perempuan dan anak, kementrian tenaga kerja, serta ILO, UNICEF, dll. Disana terdapat anak KOMPAK tidak hanya dari Jakarta tetapi juga perwakilan dari kota Batam, Lampung, dan Medan berupa Ketua dan Sekertaris.
Dalam launching tersebut dibahas mengenai latar belakang terbentuknya KOMPAK serta Visi dan Misi terbentuknya KOMPAK tersebut. dengan adanya launching tersebut diharapkan akan adanya pengakuan dari pihak pemerintah, NGO Internasional dan NGO Indonesia serta masyarakat untuk mendukung agar penanganan trafficking dapat dicegah.
Capacity building dilakukan pada tanggal 23-24 juli 2011 yang bertempat di Lebak Bulus. Seperti namanya kami mendapatkan pelatihan dan persamaan dalam knowledge, skill dalam menangani kasus trafficking dan kasus eksploitasi seksual anak. Capacity building ini dilakukan karena mengingat betapa pentingnya isu dan ilmu yang mendasari kita dalam menangani masalah yang telah terjadi dan akan terjadi. Persamaan persepsi dan persamaan dalam segi skill dan knowledge diperlukan karena anak KOMPAK yang mempunyai perbedaan latar belakang baik dari umur hingga latar belakang sehingga kami pun harus mempunyai taraf yang sama. Dan, diharapkan agar terjalin bounding diantara personil KOMPAK itu sendiri.
Untuk mempromosikan KOMPAK pun kami juga mem-publish di radio Komunitas yang bernama RPM. Dengan gelombang 107,2 FM Disana kami mempromosikan KOMPAK walaupun hanya radio komunitas.
Pengesahan Petisi di KPPA
Pada hari Rabu, 27 juli 2011, saya dan teman-teman dari KOMPAK mendatangani KPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak) sebagai follow up dari pengumpulan petisi. Pada hari tersebut, dihadiri dari berbagai pihak seperti NGO, IOM, The Body Shop, dll.
Pada pengumpulan petisi tersebut, banyak sekali orang penting yang datang. Salah satunya adalah dosen tamu di Kessos, yaitu prof. Irwansyah. Beliau merupakan dosen dari Psikologi Atmajaya. Beliau pula yang mendukung denganadanya pembuatan KOMPAK. Teringat ketika saya dan teman-teman ke rumah peristirahatannya di daerah Bintaro. Beliau mengajarkan kami mengenai Advokasi, baik dalam bentuk kecil dan betuk besar yang melobatkan pemerintah, salah satunya dengan petisi ini. Diharapkan dengan adanya petisi ini pemerintah dapat mulai untuk lebih aware dalam menangani masalah trafficking di indonesia.
Just Give Me Five to Change the World
Just Give Me Five to Change the World
Aksi Menyambut Hari Anak Nasional
Pada tanggal 10 Juli 2011 lalu, aku dan teman-teman KOMPAK (Komunitas Orang Muda anti Perdagangan Anak dan Eksploitasi Seksual Anak) sebagai komunitas anak muda yang peduli terhadap isu perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak berencana mengadakan kegiatan “Just Give Me Five to Change the World”. Arti angka lima dalam nama kegiatan acara ini ialah dengan memberikan cap tangan dari setiap peserta maka diharapkan mereka sudah mau ikut sama-sama berkomitmen untuk memerangi perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak di Indonesia. Selain itu dengan memberikan waktu mereka 5 menit, mereka juga dapat mendengarkan info menarik mengenai isu tentang perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak. Acara ini sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap nasib anak-anak korban trafficking. Sekaligus memperingati Hari Anak Nasional.
Tujuan dari Aksi ini adalah pertama meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu perdagangang orang dan eksploitasi seksual anak dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang akan jatuh pada tanggal 23 Juli 2011. Kedua meningkatkan partisispasi masyarakat untuk ikut berkomitmen dalam memerangi isu perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak melalui partisipasi dalam acara ini.
Kegiatan ini terdiri dari beberapa bagian antara lain Sosialisasi mengenai perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak serta hak-hak anak, Memberikan tanda cap tangan di spanduk sebagai bentuk komitmen untuk ikut memerangi perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak. Bike free style performance. Penandatanganan petisi sebagai bentuk aksi nyata untuk ikut berpartisipasi menolak perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak.
Kami melaksanakan di sepanjang jalan Sudirman bertepatan dengan Car Free day. Pada pelaksanaannya, saya dan beberapa teman datang pada pukul 05.00 wib yang kemudian kami mulai dengan memasang tenda dan melakukan persiapan lainnya. Sekitar pukul 07.00 wib kami pun mulai berpencar untuk mendapatkan tanda-tangan dan gambar cap tangan dari masyarakat sebagai bentuk petisi.
Tentunya dalam pelaksanaanya tersebut banyak hal yang akan ditemui. Dari anak-anak hingga yang dewasa, baik yang masih peduli hingga yang tidak sama sekali. Jalan sambil mengulangi kata-kata yang sama dan harus siap untuk ditolak. Dalam satu sisi ada pertanyaan untuk orang-orang yang menolak “bagaimana jika anak mereka yang menjadi korban? Apakah tidak kasihan?” tapi balik lagi, setiap orang mempunyai perspektif yang berbeda, kita tidak dapat memaksakan hal tersebut kecuali atas kesadaran orang tersebut.
Selain adanya aksi kami, ada juga aksi “Cintai Buah Lokal” dari mahasiswa IPB dan kampanye “Bebas Rokok”. Ternyata Car Free day merupakan hari yang efektif digunakan untuk melakukan kampanye, selain karena untuk ajang olahraga jalan maupun sepeda.
Hingga akhir pengumpulan petisi, Alhamdulillah kami mengumpulkan 900 petisi. Tentunya atas kerjasama dari berbagai pihak baik anak KOMPAK, ECPAT, Team Body Shop, Komunitas Sepeda, dan tak lupa kepada Candil (mantan vokalis Serieus).
“Pick Up Your Trash” and “What Do You See?”
“Pick Me Up” dan “What do You See” merupakan acara yang diselenggarakan dari tim GCC yang beranggotakan Dhani, Resi, Cimut, Masdan, Anggun dan saya sendiri (Chorni). Kami sepakat untuk melaksanakan acara yang bertemakan “Aku, Kamu, dan Bumi”. Pada kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan suatu pemahaman dan pendidikan mengenai sampah. Acara ini berlangsung selama dua hari. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak SD 03 Pocin.
Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pendidikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, dan mengolah sampah. Sasarannya ini adalah anak-anak SD 03 Pocin.
Dalam hal ini ada beberapa hal yang dibahas melalui SWOT untuk melaksanakan kegiatan ini. Diantaranya adalah Strength dimana kekuatan dari anak SD adalah cara ingin mengetahui mereka yang lebih besar. Sehingga ketika mempeajarinya mereka menyimak. Weakness dari mereka adalah waktu yang susah untuk disepakati. Dari pihak anak SD waktu yang diinginkan tidak sesuai sehingga harus disesuaikan dengan pihak sekolah. Opportunities atau kesempatan anak-anak SD tersebut adalah dengan adanya pemberian pemahaman pada kegiatan ini diharapkan agar mereka dapat menyebarkan ke teman-teman mereka sehingga ilmu yang mereka dapatkan bisa disebarkan kepada orang lain. Sedangkan, untuk Threat atau ancaman ini mereka tidak bisa mempraktikkan kepada orang lain dikarenakan kesibukan mereka sendiri.
Acara pembekalan ini dilakukan pada hari Selasa, 26 April 2011 dan Rabu, 27 April 2011. Acara tersebut dibuat suatu rangkaian. Dimana pada pembekalan untuk anak-anak diberikan pemahaman mengenai kebersihan, mengelola sampah, pemisahan sampah. Anak-anak SD dilaksanakan selama dua hari dari pukul 08.00 hingga 10.00 wib. Yang berbentuk rangkaian dengan cara pemutaran film, penjelasan mengenai film tersebut serta membuat semacam permainan dengan cara anak-anak mencari sampah kemudian memilah sampah tersebut antara Organik dan Anorganik. Setelah itu, pada hari kedua dilaksanakan lomba menggambar mengenai lingkungan menurut anak-anak tersebut. kemudian anak-anak tersebut menceritakan mengenai kisah dari gambar tersebut.
Berikut contoh dari susunan acara yang dilaksanakan di SD :

Susunan Acara di SD 03 Pocin
1. Pick Up Your Trash
| 08.00 : Pembukaan dan Perkenalan |
| 08.10 : Pemutaran Film bertemakan Lingkungan |
| 08.40 : penjelasan mengenai Film (3R) |
| 09.00 : Menggiring siswa keluar kelas dan meminta mereka memungut sampah di sekitar mereka |
| 09.15 : Games memilah sampah |
| 09.45 : Penutupan |
2. What Do You See?
| 08.00 : Pembukaan |
| 08.10 : siswa Menggambar sesuai dengan tema |
| 09.30 : beberapa siswa menceritakan isi gambar |
| 09.45 : pemberian reward |
| 10.00 : penutupan |
Alhamdulillah acaranya berlangsung dengan lancar walau ada beberapa yang tidak seharusnya. hanya saja, walaupun adanya hambatan (teknis) tetapi kami semua bisa melewatinya. itulah yang dikatan dengan team work. masalah dapat terselesaikan dengan bersama-sama. atas pemikiran bersama, menjadi lebih mudah.
terima kasih ya teman-teman atas kerjasamanya..
Aku, Kamu, dan Bumi
Sampah merupakan bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).
Sampah, khususnya di daerah perkotaan sering menjadi masalah. Timbunan sampah yang dihasilkan terus bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk kota. Sebagian besar sampah di kota dibuang ke TPA. Namun pengolahan di TPA yang sebagian besar dengan sistem open dumping, justru sering menimbulkan masalah, mulai dari masalah kesehatan, pencemaran udara, air, tanah sampai masalah estetika. Di sisi lain, tidak semua sampah jika dibuang ke alam akan mudah hancur. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang puluhan tahun baru bisa hancur.
Dalam hal ini dilakukan suatu kesadaran di berbagai Sekolah dasar untuk mengurangi, memilah, mengkaryakan sampah yang dikenal dengan kegiatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 853 responden menunjukkan 97% siswa SD ini menyadari kegiatan 3R sangat penting dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya agar tidak menjadi masalah yang serius bagi kesehatan mereka, lingkungan rumahnya maupun lingkungan kota secara umum.
Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum merilis data hasil kuesioner dengan menggunakan indikator AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Survey dilakukan terhadap 853 siswa yang tersebar di 29 sekolah di 11 propinsi.
Kasubdit Pengelolaan dan Pengusahaan Dit. Pengembangan PLP, Endang Setyaningrum menjelaskan bahwa kampanye dan edukasi bidang PLP sudah dilakukan sejak tahun 2008 dengan menyasar anak-anak dan perempuan (organisasi perempuan), seperti ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan lain-lain. Dit. PLP juga sudah memiliki rencana strategi kampanye dan edukasi hingga 2014 mendatang.
“Dari survey tersebut terlihat hasil yang cukup menggembirakan, namun aksi anak-anak memilah sampah di sekolah yang cukup tinggi (97%) perlu diimbangi dengan aksi mereka di rumah masing-masing, karena berdasarkan hasil survey memperlihatkan hanya 67% anak SD yang melakukan pemilahan sampah di rumahnya karena ketiadaan tempatsampah di rumah,” terang Endang.
Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah Organik dan sampah Anorganik. Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun. Sedangkan, Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
Oleh karena itu, dalam rangka mengedepankan peran dan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra dalam pengelolaan sampah melalui peningkatan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak dini dilaksanakan Kampanye Edukasi Pelaksanaan 3R Sampah di Lingkungan Sekolah Dasar. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mendorong terciptanya budaya bersih bagi masyarakat usia dini dengan mengelola sampah secara baik dan benar
Keberhasilan tak diperoleh begitu saja.
|
National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #3
Pada pagi hari, tepatnya jam 6 pagi, kami dikumpulkan dan melakukan pemanasan. Setelah itu kami dibawa ke sawah dan menyusuri sungai yang ada di bawah penginapan kami. Diantara kami ada beberapa orang yang kepleset di sekitar sawah, kemudian ketika kita menyusuri sungai dan hendak balik melalui sungai tersebut. kami pun berjalan di sungai tersebut yang tingginya
Setelah kegiatan Outbond tersebut, kami pun ke penginapan dan mulai bersiap-siap yang kemudian kami berkumpul kembali untuk membuat suatu nama lembaga. Kemudian nama lembaga tersebut disepakati dengan nama Asosiasi KOMPAK (Komunikasi Orang Muda Anti Perdagangan Orang dan ESKA). Setelah itu, kami beres-beres pakaian untuk persiapan pulang. Kami pun dikumpulkan kembali untuk pemberian reward dari setiap games. Kemudian, beberapa orang yang menjadi anggota FGD berkumpul untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kebudayaan tersebut. dikarenakan harus disegerakan pulang, maka FGD-nya dilanjutkan di tempat makan siang di lain tmpat. Kami pun bersama kelompok FGD tersebut kumpul dalam satu meja makan dan melanjutkan FGD ini. Setelah itu, pembicaraan kami pun selesai dan kami kembali ke bus yang mengantarkan kami.
Focus Group Discussion
National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #2
Pada Hari kedua workshop ini, kami dikumpulkan sekitar jam 8 pagi setelah makan pagi. Kami pun makan dan kemudian kami berkumpul kembali di aula untuk diberikan materi. Materi di hari kedua mengenai pembentukan suatu organisasi. Dalam sehari kami membahas mengenai pembuatan struktur, sistem manajemen organisasi, tata tertib, dan program kerja. Fasilitator kami menjelaskan secara bertahap sesuai dengan urutannya. Kemudian setelah dijelaskan, masing-masing perwakilan daerah mempresentasikan hasil mereka. kemudian setelah dipresentasikan, masing-masing dari kami mengeluarkan pendapat mengenai apa saja yang dibahas untuk pembentukan lembaga ini secara nasional. Apakah sesuai ataukah tidak, yang hasilnya melalui musyawarah. Persamaan persepsi mengenai suatu organisasi bisa dikatakan sulit karena peserta yang hadir berkisar dari kelas 2 SMP hingga Perguruan Tinggi. Sehingga tidak semua mengerti mengenai organisasi tersebut. tidak jarang kami sering berbeda pendapat, tetapi dari hal tersebut masing-masing dari kami jadi belajar bagaiamana kondisi masing-masing daerah serta kendalanya.
Setelah pembahasan mengenai sistem management organisasi dibahas, kami pun istirahat makan siang yang kemudian dilanjutkan dengan outbond. Kami berkumpul dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok yang kemudian kami pun bermain. Permainan pertama dilakukan dengan menggunakan bambu yang masing-masing dari individu menggunakan satu jari untuk menopangnya dari atas ke bawah, begitu pula sebaliknya. Setelah itu, dilanjutkan dengan permainan menggunakan ember yang diikat oleh tali rafia di sisi ember tersebut, yang kemudian ember tersebut berisi air dan bola. Permainannya ini bagaimana menuangkan air di dalam ember ke ember satu lagi tanpa menjatuhkan bola tersebut yang mana ember tersebut diletakkan di tengah-tengah lingkaran yang kami tidak boleh melewatinya tanpa memegang tali dari ember tersebut. permainan ketiga adalah permainan yang menggunakan tali rafia pendek yang dipegang pada salah satu tangan setiap anak yang kemudian tangan yang memegang tali rafia dipegang di satu sisinya dengan orang lain, dan begitu pula sebaliknya tangan yang satu lagi memegang tali rafia temannya.
Setelah masing-masing memegang maka kami harus membuat satu lingkaran utuh tanpa adanya yang yang “kelibet”. setelah permainan berakhir, kami pun istirahat. Kami pun melanjutkan kembali materi mengenai pengorganisasian diantaranya adalah tata tertib dan program kerja. Program kerja ini meliputi program kerja dan program aksi. Kami berdiskusi mengenai tata tertib dan proker apa saja yang baik untuk dilaksanakan selama 1,5 tahun kepengurusan.
Malam hari pun tiba, kami makan malam kemudian dari 21 orang peserta, ada 9 orang yang menjadi perwakilan untuk dilaksanakan FGD (Focus Group Discussion) membicarakan mengenai Culture and The Affect of Globalization in Indonesia. saya merupakan salah satu perwakilan tersebut yang berbicara dengan Isabela, mahasiswa dari Swedia. Isabela menanyakan mengenai kebudayaan latar belakang kami, apa saja keunikan dari kebudayaan Indonesia, apakah berpengaruh terhadap globalisasi dan efeknya apa?. Pembicaraan kami pun dilanjutkan keesokan harinya karena agenda untuk besok dimulai jam 6 pagi.
National Workshop Youth Participation Program Stop Trafficking and Sexual Exploitation of Children and Young People #1
Pada hari rabu ini, bus keberangkatan yang membawa saya dan peserta dari national workshop ini berangkat pada pukul 09.30 wib dari Kalibata ke Bogor. Dalam bus tersebut terdapat beberapa orang yang mengikuti kegiatan ini. Diantaranya perwakilan dari beberapa LSM dari empat kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Batam, Medan, dan Lampung. Selain itu ada dua mahasiswa dari Swedia yang mana mereka berdua merupakan internship student ECPAT. Kemudian kami pun tiba di GG House Happy Valley yaitu penginapan kami. Kami dibagikan kamar dan merapikan barang bawaan kami di kamar masing-masing. Kemudian kami dikumpulkan di Aula untuk mendapatkan pengarahan pertama. Kami absen dan dibagikan beberapa buku dan kaos yang langsung kami gunakan.
Pembekalan pertama yaitu materi mengenai latar belakang diadakan acara workshop ini serta penjabaran dariTrafficking dan Sexual Exploitation. Setelah itu kami menuliskan harapan dan kekhawatiran dalam sebuah kertas yang telah disediakan selama tiga hari mendatang kemudian di tempelkan di papan sesuai dengan subjeknya. Setelah itu dilanjutkan dengan materi Johari’s Windows yang mana menceritakan mengenai diri sendiri apa yang diketahui setiap individu mengenai sifat dirinya dan orang lain, apakah dirinya dan orang lain mengetahuinya ataukah tidak. Darin Johari’s Windows kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai pengenalan diri sendiri melaui empat kategori sifat. Diantaranya adalah koleris, melankolis, sanguinis, dan pleghmatis. Fasilitator kami memberikan kami dua lembar pertanyaan yang kemudian kami jawab. Dari pertanyaan tersebut akan mendapatkan hasilnya sesuai yang dikategorikan. Dari hal tersebut kita dapat mengeatahui tipe pemimpin atau tipe perfeksionis. Ada diantara kami baru mengetahui hal tersebut sehingga, teman-teman exciting terhadap hal ini. Hal ini membantu kami untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja setiap individu. Setelah pemberian materi terakhir, masing-masing dari kami diberikan amplop dan kami ditugaskan untuk menamai amplop tersebut kemudian menempelkan sebagai tempat untuk diberikan kata-kata motivasi oleh teman-teman lainnya.
Setelah acara tersebut, kami pun istirahat sore hingga makan malam. Tetapi untuk perwakilan dari Jakarta, kami dikumpulkan lebih cepat 45 menit lebih cepat untuk membahas struktur organisasi, sistem management organisasi, tata tertib, program kerja, dan program aksi. Karena daerah Jakarta belum pernah diadakan pre-workshop dibandingkan kota lainnya, sehingga pada malam tersebut kami pun mengerjakan dengan dibagi menjadi tiga tim, yang kemudian hasilnya akan dipresentasikan untuk keesokan harinya. Setelah itu, kami pun makan malam dan berangkat ke puncak pas (mesjid Ta’-Awwun) yang rencananya makan jagung bakar, tetapi akhirnya tidak jadi, sehingga kami hanya mengobrol saja dengan yang lain sambil menatapi pemandangan malam dari puncak pas tersebut. sekitar jam 10 malam pun kami pulang ke penginapan.
Rabu, 23 Maret 2011
Bunga Mawar
Bunga Mawar
(Rosa damascena Mil)

Bunga Mawar tentunya sudah pernah dilihat kebanyakan orang. Bunga ini merupakan salah satu bunga yang sering disukai dan dikagumi oleh sebagian besar wanita. Dari bentuknya yang unik dan beraneka ragam warnanya. Bunga ini memiliki berbagai perkembangan dengan berbagai proses persilangan. Sehingga mawar ini mempunyai warna yang beraneka ragam.
Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau “Ratu Bunga” merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (subtropis) dan panas (tropis). Konon katanya bunga mawar ini sudah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi sebagai sebuah simbol. Orang Yunani menjadikan bunga mawar sebagai simbol untuk dewi mereka yaitu Aphrodite dan Venus, dewi kecantikan dan gairah.
Dari bernagai warna bunga mawar ternyata mempunyai makna yang tersirat. Jadi, jika kita memberi ataupun menerima bunga mawar. Akan terlihat karakteristik setiap individu tersebut.
Merah: cinta dan romantisme
Makna universal warna mawar merah ialah cinta sejati dan romantisme. Bila Anda masih lajang dan ada seorang pria memberi Anda mawar merah, besar kemungkinan dia sedang jatuh hati.
Kuning: persahabatan, kegembiraan, dan harapan baik
Sepanjang sejarah, kuning telah berhubungan erat dengan matahari. Mawar kuning sangat cocok diberikan pada seseorang yang sedang sakit atau untuk menghibur seseorang.
Mawar Kuning mengirim pesan penghargaan dan cinta platonis. Warna tersebut merupakan perasaan sukacita dan kegembiraan.
Pink: cinta, syukur, dan apresiasi
Pink disertai dengan konotasi kasih sayang dan keanggunan, serta rasa manis dan roman puitis.
Mawar dark pink adalah simbol dari rasa syukur dan penghargaan serta merupakan cara tradisional untuk mengucapkan terima kasih.
Sementara mawar light pink berhubungan dengan kelembutan dan kekaguman serta dapat digunakan sebagai ungkapan simpati.
Putih: kemurnian, polos, simpati, dan spiritualitas
Awal tradisi mawar putih digunakan sebagai simbol untuk cinta sejati, sebuah asosiasi yang kemudian akan menjadi ciri khas mawar merah. Juga dikenal sebagai pengantin mawar. Mawar putih adalah bunga pernikahan tradisional.
Dalam hal ini, putih mewakili persatuan, kebajikan, dan kemurnian dari sebuah cinta baru. Mawar putih juga dikaitkan dengan kehormatan.
Oranye: hasrat dan antusiasme
Secara harfiah warna oranye merupakan perpaduan warna kuning dan merah. Mawar oranye dipandang sebagai jembatan antara persahabatan dilambangkan dengan mawar kuning dan cinta diwakili oleh mawar merah. Kombinasi ini dapat menjadi ekspresi dari daya tarik atau hadiah untuk mengatakan, “Saya bangga padamu.”
Mawar Hitam : Benci
Rasa benci itu manusiawi… Cara ngungkapinnya pun berbeda-beda, ada yang diungkapkan langsung, ada juga yang hanya dipendem sendiri. Nah, daripada capek hati, rasa benci itu juga bisa diungkapkan dengan mengirim bunga warna hitam.
Mawar Biru : misteri
Dulunya mawar ini tidak ada yang natural namun sekarang mawar biru natural sudah terciptakan melalui persilangan warna. Mawar ini melambangkan mengenai misteri atau sesuatu yang diinginkan namun tak bisa diraih.
Mawar Ungu : kesempurnaan, pesona, mulia, cinta pada pandangan pertama
Keindahan unik dari warna lavender ini melambangkan simbol kesempurnaan dari pesona. Mawar warna ini juga digunakan untuk mengekspresikan perasaan akan cinta pada pandangan pertama. Warna ungu memiliki hubungan tradisional dengan royalti. Dalam hal ini, nuansa mawar lavender menunjukkan suasana keagungan dan kemegahan.
Mawar Peach : penghargaan, simpati
Melambangkan mengenai berbagai maksud yang berbeda seperti penghargaan, apresiasi, kekaguman, atau simpati. Juga bisa melambangkan persahabatan.
September 2, 2011









